Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Pria yang berbeda


Sementara Marvel yang berdiri di hadapan Arthur kini menatap tajam pada Jasmin yang tidak melihat ke arahnya dan sibuk memberikan kode lewat tatapan mata pada putranya.


"Jasmin..." suara Windi terdengar hingga membuat Jasmin mengangkat kepalanya dan menatap pada Windi yang tengah melihatnya dengan penuh tanda tanya.


"Maaf. Putraku hanya salah berbicara. Yang dia lihat diponselku bukanlah Tuan Marvel." Ucap Jasmin berusaha tetap tenang namun tidak menyadari jika wajahnya saat ini nampak pucat.


"Benarkah begitu?" Windi tak percaya begitu saja. Lagi pula ia bukanlah anak kecil yang bisa dibohongi oleh Jasmin.


Jasmin mengangguk mengiyakannya. "Arthur... apa kau tahu Uncle yang ada di depanmu saat ini namanya Uncle Marvel." Ucap Jasmin berusaha mengalihkan pemikiran putranya.


"Oh, ya. Namanya berbeda dengan Uncle yang ada di ponsel Mommy." Jawab Arthur setelah mengingat nama pria yang ada di ponsel Mommynya.


"Memangnya siapa nama Uncle yang ada di ponsel Mommy?" Windi mencoba masuk dalam percakapan ibu dan anak itu.


"Namanya..." ucapan Arthur terhenti saat Marvel dengan cepat angkat suara.


"Maaf, kami harus pergi dulu." Ucap Marvel dengan melayangkan tatapan tajam pada Jasmin.


Jasmin mengangguk saja mengiyakan perkataan Marvel. Sedangkan Windi terlihat keberatan dengan ajakan suaminya itu.


"Ayo pergi. Aku masih ada pekerjaan setelah ini." Ajak Marvel.


Windi mengangguk lalu berpamitan pada Jasmin dan Arthur untuk melanjutkan kegiatan mereka berjalan-jalan.


Setelah kepergian Windi dan Marvel, Jasmin nampak berbicara serius pada putranya dan memberikan pesan agar Arthur tak lagi sembarang bicara saat bertemu dengan orang yang tidak dikenalinya.


Sebagai anak laki-laki yang penurut Arthur hanya bisa mengangguk saja mengiyakan perkataan ibunya. Karena tidak ingin lagi bertemu dengan Marvel dan Windi dan membuat putranya kembali asal bicara, Jasmin pun memutuskan membawa Arthur bermain ke tempat yang lain dan segera meninggalkan taman.


Kenapa aku merasa ada yang aneh di sini. Ucap Windi dalam hati sambil melangkah mengikuti Marvel mengelilingi taman.


Windi menggelengkan kepalanya. "Tidak ada. Aku tidak memikirkan apa-apa." Kilahnya.


"Benarkah begitu?" Marvel tak percaya begitu saja.


Windi pun mengangguk mengiyakannya lalu merangkul lengan Marvel dan menjatuhkan kepalanya di sana.


"Apa kau sudah lelah?" Tanya Marvel melihat sikap manja istrinya.


"Emh, ya. Sepertinya kita bisa istirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan setelah selesai istirahat." Jawab Windi.


"Baiklah..." Marvel pun mengajak Windi untuk duduk di salah satu kursi yang ada di taman. "Tunggulah di sini. Aku akan membelikan minum untuk kita." Ucap Marvel.


Windi mengangguk saja dan membiarkan Marvel pergi meninggalkannya. Setelah melihat tubuh Marvel semakin jauh darinya, ingatan Windi pun kembali tertuju pada perkataan Arthur beberapa saat lalu.


"Apa foto yang Arthur maksud adalah foto walpaper Jasmin saat itu?" Gumam Windi bertanya-tanya. "Tapi foto itu memang sangat mirip dengan Marvel. Apakah..." Windi tak melanjutkan perkataannya dan mencoba membuang segala pemikiran buruk dalam benaknya saat ini.


"Tapi Jasmin bilang jika nama Uncle yang Arthur maksud tidak sama dengan nama Marvel. Dan Arthur tidak menyangkalnya karena berarti nama mereka memang beda." Windi mencoba meluruskan apa yang tadi didengarnya.


"Huft... kenapa hatiku menjadi tidak tenang begini. Kenapa aku merasa ada yang tidak beres di sini. Tapi... apa semua itu mungkin?" Windi dibuat berpikir keras dengan apa yang terjadi.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.