Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Selamat menikmati


Marvel merasa takjub melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya saat ini dimana bagian atas tubuh Windi tak lagi tertutupi sehelai benang pun. Windi yang sangat merasa malu karena Marvel terus menatap pada dadanya pun segera menutup dadanya dengan kedua tangannya. Marvel pun bergerak dengan cepat melepaskan tangan Windi yang menutupi area kesukaannya saat ini. "Jangan menutupinya. Kau sangat indah jika seperti ini." Ucap Marvel parau.


Karena tak ingin membuat Marvel kecewa dengan sikapnya, Windi memilih menutup kedua matanya agar tak lagi melihat Marvel yang terus menatap pada kedua dadanya. Dan tatapan yang awalnya sekedar mengagumi itu berubah menjadi senuah naf-su saat Marvel tak bisa lagi menahan keinginannya.


Hap


Marvel pun melakukan apa yang diinginkannya hingga membuat Windi terkesiap karenanya. Ingin sekali ia menarik kepala Marvel yang kini menempel di dadanya, namun Windi segera mengurungkan niatnya.


Setelah puas bermain dengan kedua benda favoritnya, Marvel pun beralih mengerjakan tugas selanjutnya untuk menanggalkan pakaian da-lam yang masih tersisa di tubuh Windi. Dengan gerakan cepat Marvel berhasil melepas benda segitiga yang menutupi area sensitif istrinya.


Ini sungguh memalukan... ucap Windi dalam hati sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Rasanya saat ini ia tak ingin membuka matanya agar tak melihat bagaimana tatapan penuh has-rat yang diperlihatkan suaminya pada bentuk tubuhnya.


"Kau benar-benar..." Marvel tak melanjutkan ucapannya dan lebih memilih segera menanggalkan celana yang masih melekan di tubuhnya.


"Aaaa..." Windi yang baru saja membuka kedua kelopak matanya dibuat berteriak begitu keras saat melihat sesuatu yang tak pernah ia lihat secara langsung sebelumnya.


"Jangan berteriak, Sayang." Bisik Marvel lalu segera menghimpit tubuh Windi dengan tubuhnya. "Malam ini adalah malam kita dan aku akan membuatmu terbang tinggi hingga ke langit ketujuh. Kau tidak perlu khawatir karena aku akan berusaha tidak menyakitimu. Selamat menikmati." Bisik Marvel pelan lalu mulai melancarkan tugasnya setelah mendapatkan anggukan kepala dari Windi.


*


Cup


Cup


Cup


Windi hanya mengangguk mengiyakan ucapan terima kasih dari suaminya sambil menahan rasa sakit pada bagian intinya. Jemari Marvel terulur mengusap sisa air mata yang masih terlihat jelas di sudut mata istrinya yang merupakan tanda bagaimana tadi Windi menahan rasa sakit yang teramat akibat perbuatan dirinya.


"Maaf telah menyakitimu." Ucap Marvel merasa bersalah. Walau ia sudah bersusah payah untuk bersikap lembut pada Windi, namun Marvel tak bisa melakukannya karena ia begitu menikmati permainan perdana yang begitu mengasyikkan selama hidupnya.


"Tak apa..." jawab Windi pelan tak ingin membuat suaminya merasa bersalah. Lagi pula ia juga menikmati permainan yang Marvel lakukan walau meninggalkan rasa sakit di akhir permainan mereka mencetak skor.


"Hehe..." Marvel tertawa lalu mengecup sayang kening istrinya dan tak lupa kembali mengucapkan terima kasih.


"Akan tidak nyaman kalau kita tidur dalam kondisi seperti ini. Lebih baik kita membersihkan tubuh lebih dulu agar tidur terasa lebih nyaman." Ajak Marvel pada Windi karena kini ia merasa tidak nyaman dengan keringat yang masih menempel pada tubuhnya.


"Tapi..." Windi meragu karena takut Marvel bukan hanya sekedar mengajaknya mandi tapi mengulang percin-taan mereka.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.