
"Aku rasa kau sudah paham maksud ucapan Dokter tadi, Sayang." Ucap Marvel setelah mereka keluar dari dalam ruangan pemeriksaan.
"Maaf..." lirih Windi merasa bersalah.
"Sejak awal kita menikah sampai saat ini kau terlalu sibuk mengurus orang lain dan terlalu beraktivitas yang berlebihan. Itulah salah satu penyebab yang membuatmu sulit hamil sampai saat ini." Ucap Marvel lembut namun penuh penekanan.
Windi hanya bisa mengangguk tanpa berniat melakukan pembelaan pada Marvel karena apa yang dikatakan Marvel semuanya benar. Sejak awal mereka menikah ia sudah disibukkan mengurus ayahnya yang sedang sakit dan setelahnya sibuk mengurus Jasmin. Ditambah hal lain dengan memikirkan hubungan masa lalu Marvel dan Jasmin waktu itu.
"Ayo kita pulang." Ajak Marvel kemudian karena istrinya hanya diam saja merenungi kesalahannya.
Windi kembali mengangguk tanpa bersuara. Marvel pun hanya membiarkan istrinya itu diam dan merenungi kesalahannya selama ini.
*
"Mas, kau tidak kembali ke perusahaan?" Tanya Windi saat mobil telah tiba di depan rumah dan Marvel langsung keluar dari dalam mobil.
"Tidak." Jawab Marvel singkat.
Windi mengangguk paham. Ia dan Marvel pun melangkah masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan. Suasana hati Windi yang sejak tadi gundah terasa mulai tenang saat mendapatkan genggaman tangan dari Marvel.
"Windi, Marvel, kalian sudah pulang?" Tanya Ayah Amri yang sedang duduk di ruang tamu.
"Ayah..." Windi menyalami ayahnya dan diikuti Marvel setelahnya. "Emh, ya. Kami baru saja sampai, Ayah." Jawab Windi.
Windi mengangguk. "Semuanya baik-baik saja, Ayah. Hanya saja dokter menyarankan Windi agar tidak beraktifitas terlalu berat dan banyak pikiran." Jawab Windi seadanya.
"Kalau begitu mulai saat ini kau harus menjaga pola hidupmu agar lebih sehat, Nak. Jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak penting dan prioritaskan dirimu." Pesan Ayah Amri.
Windi mengangangguk. "Baik, Ayah." Ucapnya. Setelah cukup berbincang dengan Ayah Amri di ruang tamu, Marvel dan Windi pun berpamitan naik ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua.
"Sayang, jangan lupa untuk minum rutin vitaminmu." Ucap Marvel setelah mereka berada di dalam kamar.
"Baik, Mas." Jawab Windi sambil memasukkan vitamin dan obat yang ia dapatkan dari rumah sakit ke dalam laci nakas.
"Mulai saat ini kita harus memulai pola hidup sehat agar kau segera hamil." Ucap Marvel lembut.
Windi menghentikan kegiatannya lalu menatap Marvel dengan tersenyum. "Iya, Mas." Jawabnya menurut. Kali ini Windi sudah bertekad pada dirinya sendiri untuk mengikuti perkataan Marvel agar apa yang mereka harapkan secepatnya terkabul.
Marvel pun merasa senang dengan perubahan sikap Windi yang mau mendengarkan perkataannya. Setelah hari itu baik Windi atau pun Marvel mulai merubah pola hidup mereka agar lebih sehat sesuai dengan apa yang Dokter katakan.
Sesekali Marvel juga membawa Windi untuk pergi berjalan-jalan agar membuat hati dan pemikiran Windi merasa tenang. Walau pun sudah merubah pola hidup mereka agar lebih sehat, namun baik Windi maupun Marvel tetap menjalin silaturahmi yang baik dengan Jasmin dan Arthur dengan sesekali menghampiri mereka ke apartemen atau sekedar mengajak Arthur bermain ke rumah Daniel dan Naina.
"Sayang, semoga dia cepat tumbuh di dalam sini." Ucap Marvel mengusap perut Windi.
***