
Tiga hari sudah Arthur menginap di rumah Marvel dan Windi. Selama itu pula Mama Belinda dan Papa Bagas selalu datang ke kediaman mereka hanya untuk sekedar bercerita bersama Arthur.
Seperti siang ini, untuk yang ketiga kalinya Mama Belinda dan Papa Bagas berkunjung ke kediaman anak dan menantunya hanya untuk melihat Arthur.
"Windi, Ayah lihat kedua mertuamu semakin akrab bersama Arthur." Ucap Ayah Amri yang memperhatikan interaksi Arthur dan besannya dari jauh.
Windi yang berdiri di sebelah Ayah Amri mengangguk membenarkan. "Syukurlah jika Mama dan Papa mau menerima Arthur di rumah ini, Yah." Jawab Windi tersenyum.
"Apa kau tidak masalah dengan itu, Nak?" Tanya Amri hati-hati.
Windi terdiam beberapa saat. Jujur saja ia sempat merasa kecil hati saat mertuanya kembali mempertanyakan kehadiran seorang anak darinya saat mereka bersama Arthur. Namun Windi mencoba berlapang dada menerimanya dan menjawab seadanya.
"Tidak masalah, Ayah. Windi senang bisa merawat Arthur di sini." Jawab Windi masih tetap tersenyum.
*
Satu jam berlalu setelah Mama Belinda dan Papa Bagas berpamitan untuk pergi ke rumah rekan bisnis Papa Bagas, Windi pun bergegas membawa Arthur ke rumah sakit tempat Jasmin dirawat sesuai dengan janjinya pada Arthur kemarin sore. Ya, Windi memutuskan untuk mempertemukan Arthur dan Jasmin karena tidak tega melihat Arthur yang selalu mencari keberadaan ibunya. Selain itu Windi juga berharap dengan bertemunya Jasmin dan Arthur dapat membuat Jasmin semakin bersemangat untuk sembung.
"Mommy!" Arthur berteriak sambil berlari masuk ke dalam ruangan perawatan Jasmin saat melihat Jasmin tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Arthur..." Jasmin sangat terkejut melihat keberadaan Arthur di dalam ruangan perawatannya.
"Mommy... kenapa Mommy bisa ada di sini?" Tanya Arthur sambil menangis memegang tangan Jasmin yang tidak terpasang jarum infus.
"Jasmin, maafkan aku." Ucap Windi yang sudah berada di sebelah Arthur.
Jasmin mengangguk mengiyakan perkataan Windi lalu mengusap rambut putranya. "Arthur... jangan menangis, oke!" Pinta Jasmin.
Bukannya mengiyakan perkataan Jasmin, Arthur justru semakin menangis dengan kencang. "Ayo katakan kenapa Mommy bisa ada di sini?" Tanya Arthur.
Jasmin menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan putranya. "Maafkan Mommy, Nak. Mommy berada di sini karena Mommy sedang sakit." Jawab Jasmin.
Jasmin menatap pada Windi begitu pun sebaliknya.
"Mommy sedang demam tinggi hingga harus dirawat di rumah sakit." Ucap Windi mengambil alih jawaban Jasmin.
"Benarkah begitu, Mommy?" Tanya Arthur pada Jasmin.
Jasmin mengangguk mengiyakannya.
Cukup lama Arthur dan Windi berada di dalam ruangan perawatan Jasmin untuk saling berbicara dan memberikan pengertian pada Arthur jika saat ini Arthur belum bisa tinggal bersama dengan Jasmin karena Jasmin yang sedang sakit.
Untung saja putra kecil Jasmin itu mau mendengarkan perkataan Jasmin dan mau kembali bersama Windi ke rumahnya.
"Bagaimana Jhoni?" Tanya Windi saat bertemu dengan Jhoni di depan rumahnya.
"Keadaan Nyonya Jasmin semakin memburuk, Nona. Dua hari lagi jika tidak ada kendala Nona Jasmin akan melakukan operasi pengangkatan rahim." Jawab Jhoni.
"A-apa..." walau sudah menebak tindakan apa yang akan dilakukan pada Jasmin namun tetap saja Windi merasa terkejut mendengarnya.
"Kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Nona Jasmin saat ini. Walau telah dilakukan operasi, namun itu tidak bisa menjamin Nona Jasmin akan kembali sembuh karena kankernya sudah mulai menyebar ke bagian organ tubuh yang lain."
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.