
"Jasmin, sepertinya aku harus kembali ke rumah sekarang juga karena ayahku sedang membutuhkan bantuanku saat ini." Ucap Windi setelah membaca pesan singkat dari ayahnya yang menanyakan keberadaan Windi saat ini.
Jasmin yang sedang membersihkan pakaian Arthur yang kotor akibat terjatuh pun menghentikan sejenak kegiatannya. "Baiklah kalau begitu." Jawab Jasmin.
"Lain kali kita bisa bercerita lagi bukan?" Tanya Windi sebelum pergi dari hadapan Jasmin.
"Tentu saja. Kita bisa bercerita kapan pun kau mau."
Windi tersenyum mendengarnya. Ia pun berpamitan untuk pergi dari taman pada Jasmin dan Arthur. Saat sudah berada di depan taman menunggu taxi online pesanannya datang, ingatan Windi tiba-tiba tertuju pada foto yang sempat dilihatnya di ponsel Jasmin saat tak sengaja menabraknya.
"Kenapa mantan kekasih Jasmin sangat mirip dengan Marvel? Apa cuma perasaanku saja?" Gumam Windi sambil mengingat-ingat foto pria yang sempat ia lihat di ponsel Jasmin.
Tin
Suara klakson mobol dari taxi online yang dipesannya menyadarkan lamunan Windi. "Kenapa taxinya cepat sekali datang." Gumam Windi lalu masuk ke dalam mobil setelah memastikan taxi yang dimasukinya adalah taxi online yang sudah ia pesan.
*
Karena pemikirannya terus tertuju pada foto yang pernah ia lihat di ponsel Jasmin, akhirnya sore itu setelah Marvel pulang dari perusahaannya, Windi langsung mengajak Marvel untuk berbicara di dalam kamar mereka.
"Apa kau memiliki seorang kembaran?" Tanya Windi pada Marvel setelah Marvel menanyakan hal apa yang ingin dibicarakan istrinya.
Bukannya menjawab pertanyaan Windi, Marvel justru tertawa mendengar pertanyaan Windi yang terdengar konyol di telinganya.
"Kenapa kau tertawa?" Tanya Windi dengan kening mengkerut.
"Tentu saja aku tertawa karena pertanyaanmu terdengar konyol di telingaku. Kau tahu jelas jika aku adalah anak tunggal dan tidak mungkin aku memiliki saudara kembar." Terang Marvel.
"Emh, ya." Windi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal menyadari kesalahannya dalam bertanya. "Maksudku apa mungkin ada seseorang yang mirip denganmu di dunia ini?" Tanya Windi kembali.
Marvel terdiam beberapa saat. "Mungkin saja. Kau pernah mendengar jika kita memiliki tujuh orang kembaran di dunia ini bukan?"
Windi mengangguk mengiyakannya. "Tapi apa itu mungkin?" Tanyanya lagi.
"Mungkin saja. Ada beberapa manusi yang terlihat sangat mirip di dunia ini namun mereka tidak berasal dari keluarga yang sama. Maksudku tidak ada ikatan darah apa pun di antara mereka."
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Marvel merasa bingung mendengar pertanyaan aneh yang keluar dari mulut istrinya.
"Itu karena aku memiliki teman yang memiliki mantan kekasih yang sangat mirip denganmu. Hanya saja warna rambut kalian nampak berbeda." Jawab Windi.
"Teman? Maksudmu mantan Alisa?"
"Bukan. Teman baruku."
"Teman baru? Siapa? Kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku?" Tanya Marvel dengan wajah bingung.
"Aku pernah menceritakannya padamu, Mas. Kau ingat waktu itu aku pernah bercerita jika aku bertemu wanita dan seorang anak di pusat perbelanjaan?"
Marvel mengangguk mengiyakannya.
"Dan sekarang wanita itu adalah teman baruku."
"Kalian sudah berteman?" Marvel dibuat heran mendengarnya. Terlebih pertemuan Windi dengan teman barunya itu hanya bisa terhitung beberapa kali.
"Ya. Kami menjalin komunikasi yang baik di sosial media hingga akhirnya tadi bertemu kembali." Jelas Windi.
"Siapa nama temanmu itu?" Marvel terlihat penasaran dengan teman baru istrinya itu.
"Jasmin."
*
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.