Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Terbaring tak berdaya


Sore itu tanpa diduga Marvel mengunjungi rumah sakit tempat Dara bekerja untuk melihat keadaan Jasmin yang sedang dirawat.


"Marvel?" Suara Dara yang terdengar memanggil namanya menghentikan langkah Marvel.


"Kak Dara?" Marvel memasang wajah tenangnya melihat Dara kini berjalan menghampirinya.


"Sedang apa kau di sini?" Tanya Dara dengan kening mengkerut. Wajahnya terlihat penasaran menanti jawaban dari Marvel.


"Aku ingin melihat karyawanku yang sedang dirawat di rumah sakit ini." Jawab Marvel apa adanya.


"Karyawanmu? Siapa?" Tanya Dara lagi seakan tidak puas dengan jawaban Marvel.


"Kakak tidak mengenalnya. Dia adalah direktur keuangan di perusahaan." Jawab Marvel.


"Oh..." Dara mengangguk paham.


"Maaf, aku harus pergi dulu." Pamit Marvel.


Dara mengguk dan mempersilahkan Marvel untuk pergi dari hadapannya.


"Kenapa Marvel terlihat aneh?" Gumam Dara lalu melanjutkan langkahnya keluar dari dalam rumah sakit.


Setelah berada di depan rumah sakit, Dara dibuat terkejut melihat Daniel-lah yang menjemputnya sore itu.


"Kak Dara, ada apa?" Tanya Daniel melihat wajah kakaknya nampak berbeda saat keluar dari dalam rumah sakit.


"Kakak baru saja bertemu dengan Marvel di dalam tadi." Ucap Dara.


"Apa? Bertemu Marvel? Sedang apa di sini? Apa Windi sakit?" Tanya Daniel.


Dara menggeleng. "Tidak. Katanya dia ingin melihat karyawannya yang sedang dirawat di rumah sakit ini. Direktur keuangan katanya." Jawab Dara.


Daniel terkesiap mendengarnya. Ia tahu jelas siapa direktur keuangan yang dimaksud oleh Marvel. Siapa lagi jika bukan Jasmin.


"Jasmin sakit apa?" Tanya Daniel lirih.


"Kau bilang apa?" Tanya Dara tak begitu mendengar ucapan Daniel.


Dara mengangguk saja lalu masuk ke dalam mobil adiknya.


Sementara Marvel yang sudah berada di depan ruangan perawatan nampak menunggu Jhoni keluar dari dalam ruangan perawatan.


"Bagaimana?" Tanya Marvel setelah Jhoni berdiri di hadapannya.


"Nona Jasmin sudah sadar dan saat ini sedang beristirahat." Jawab Jhoni.


"Apa dia berbicara sesuatu kepadamu?" Tanya Marvel.


Jhoni mengangguk. "Nona Jasmin meminta saya merahasiakan sakitnya dari putranya yang masih kecil. Dan ia ingin saya melihat keadaan putranya saat ini di apartemen karena sebentar lagi pengasuh putranya akan pulang." Jawab Jhoni.


"Lalu kau akan pergi ke apartemennya sekarang juga?" Tanya Marvel.


Jhoni pun mengiyakannya. "Sepuluh menit lagi saya akan pergi, Tuan."


Marvel mengangguk tanpa bersuara.


"Apa Tuan ingin melihat keadaanya?" Tanya Jhoni.


"Tidak." Jawab Marvel singkat. Marvel pun meminta pada Jhoni untuk pergi ke apartemen Jasmin sekarang juga tanpa menunggu waktu sepuluh menit lagi.


Jhoni pun langsung mengiyakannya dan berpamitan untuk pergi dari hadapan Marvel. Setelah kepergian Jhoni, Marvel melangkah mendekat pada pintu ruangan rawat Jasmin. Dilihatnya dari kaca pembatas yang memperlihatkan Jasmin kini sedang menutup mata dan wajah yang nampak pucat.


"Sejak kapan dia sakit? Kenapa dia terlihat baik-baik saja selama ini?" Gumam Marvel. Marvel memundurkan tubuhnya karena tak ingin dirinya merasa iba terlalu jauh dengan keadaan Jasmin saat ini. Ia segera mengingat wajah cantik wanita yang harus ia jaga hatinya. Siapa lagi jika bukan Windi istrinya.


"Apa aku harus memberitahukan hal ini pada Windi?" Gumamnya. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Marvel memutuskan pergi dari depan ruangan rawat Jasmin untuk pulang ke rumahnya. Ia sudah memutuskan untuk memberitahukan keadaan Jasmin saat ini pada Windi dengan alasan Jasmin sampai saat ini masih berteman baik dengan Windi dan Windi berhak mengetahui keadaan Jasmin saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.