Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Tidak seperti yang dipikirkan


Marvel mengusap kepala Windi saat melihat senyuman manis kembali terbit di wajah cantik istrinya yang membuat hatinya merasa senang dan tenang. Setelah cukup lama berbincang tentang masa kecil mereka berdua di kursi taman, Marvel pun membawa Windi kembali masuk ke dalam villa.


"Tuan, Nyonya, ayo makan dulu. Makan siangnya sudah saya hidangkan di atas meja." Ucap Bi Marni pada Marvel dan Windi yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Terima kasih, Bibi. Kalau begitu kami akan makan sekarang." Jawab Marvel.


Bi Marni menganggukkan kepalanya lalu mempersilahkan Marvel dan Windi untuk berjalan ke arah meja makan.


"Bibi, ayo ikut makan bersama kami." Tawar Windi saat melihat Bi Marni hanya berdiri tak jauh dari mereka berada.


"Nanti saja Nyonya. Saya akan makan bersama suami saya." Jawab Bi Marni.


"Kalau begitu ayo ajak suami Bibi makan bersama kami juga." Tawar Windi lagi.


Bi Marni menggeleng seraya tersenyum. "Nanti saja, Nyonya. Suami saya masih bekerja di taman belakang." Tolak Bi Marni lagi.


Windi mengangguk saja tak lagi memaksa Bi Marni untuk ikut makan bersama mereka. "Oh ya, Bibi, kemarilah sebentar." Windi mengulurkan sebelah tangannya pada Bi Marni. Bi Marni pun segera melangkah mendekat pada Windi.


"Bibi, saya minta Bibi jangan lagi memanggil saya Nyonya. Bibi bisa memanggil saya Windi saja. Anggap saja saya sama seperti anak Bibi." Ucap Windi lembut.


"Tapi..." Bi Marni meragu.


"Bibi bisa memanggilnya Nona Windi saja." Saran Marvel yang sangat paham apa yang ada dalam pemikiran Bi Marni saat ini.


"Baiklah, Tuan." Jawab Bi Marni.


Windi tersenyum lalu meminta Bi Marni untuk beristirahat sambil menunggu suaminya selesai bekerja. Setelah kepergian Bi Marni, Windi segera mengambilkan makanan untuk Marvel.


"Marvel, apa anak Bi Marni dan suaminya tidak tinggal di sini juga?" Tanya Windi karena sejak mereka sampai ia tidak melihat keberadaan anak Bi Marni.


"Berarti anak-anak Bi Marni tinggal di kota yang sama dengan kita?" Tanya Windi dan diangguki Marvel sebagai jawaban.


"Lalu dimana mereka bekerja saat ini?" Tanya Windi merasa penasaran.


"Di perusahaan Alexander. Keluarga Daniel memberikan pekerjaan untuk mereka di perusahaan setelah anak-anak Bi Marni selesai menempuh pendidikan mereka masing-masing."


Windi mengangguk paham. Ia tidak menyangka jika keluarga Marvel dan keluarga sahabat Marvel memiliki hati yang sangat baik pada orang tidak berada seperti dirinya dan Bi Marni. Ia pikir selama ini jika orang-orang berada seperti mereka suka bersikap semena-mena. Namun ternyata apa yang Windi pikirkan selama ini salah setelah mengenal Marvel dan sahabatnya.


"Ayo kita makan." Ajak Marvel setelah Windi tak membalas perkataannya lagi.


Windi mengangguk lalu mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Selama makan siang mereka berlangsung baik Windi maupun Marvel saling diam menikmati makanan mereka masing-masing. Sesekali Marvel mengalihkan pandangannya dari makanannya pada Windi yang terlihat sedang makan dengan lahap dan wajah yang terlihat sangat menggemaskan di matanya.


"Apa kau tidak ingin menambah makananmu?" Tanya Marvel saat melihat Windi menyelesaikan makannya.


"Tidak. Aku sudah cukup kenyang." Jawab Windi.


"Lain kali kau harus menambah porsi makananmu agar tubuhmu terlihat lebih berisi dari sekarang." Ucap Marvel dengan nada lembut dan sedikit menggoda.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.