Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Extra part (Semakin memburuk)


Setibanya di rumah sakit, Marvel dan Daniel langsung menuju ke arah ruangan yang sudah Jhoni beritahu pada mereka saat dalam perjalanan tadi. Setelah hampir dekat dengan ruangan pemeriksaan, Marvel sudah dapat melihat keberadaan asistennya di depan ruangan pemeriksaan tengah berbincang dengan dokter yang bertugas memeriksa Windi.


"Kalau begitu saya pamit dulu, Tuan." Ucap Dokter pada Jhoni lalu tersenyum pada Marvel dan Daniel.


Jhoni mengangguk diikuti Marvel dan Daniel.


"Bagaimana?" Tanya Marvel setelah kepergian Dokter.


Jhoni menghela nafas sebelum menjawab. "Keadaan Nona Jasmin semakin memburuk, Tuan. Dokter tidak bisa menjamin Nona Jasmin bisa bertahan lebih lama." Jawab Jhoni.


Marvel dan Daniel tertegun di tempatnya.


"Untuk saat ini kita hanya bisa berdoa agar Nona Jasmin bisa bertahan lebih lama. Sel kanker yang sudah menyebar ke organ tubuhnya yang lain sudah menggerogoti tubuh Nona Jasmin." Jelas Jhoni.


Marvel mengangguk paham. "Lalu dimana Arthur? Apa kau meninggalkannya di apartemen?" Tanya Marvel.


Jhoni mengangguk mengiyakan. "Saya menitipkannya pada pengawal yang tadi saya bawa, Tuan." Jawabnya.


"Aku ingin melihat Jasmin ke dalam. Apa kau ingin ikut?" Tawar Daniel pada Marvel.


Marvel mengangguk mengiyakannya.


"Ayo." Ajak Daniel lalu melangkah masuk ke dalam ruangan dan diikuti Marvel setelahnya.


Setelah berada di dalam ruangan pandang Daniel dan Marvel jatuh pada Jasmin yang tengah terbarinh di atas ranjang dengan mata terpejam.


Marvel masih terdiam dengan mata yang mulai mengembun melihat kondisi Jasmin saat ini. Walau sudah tak memiliki perasaan apa pun lagi dengan Jasmin namun Marvel masih memiliki hati nurani sebagai sesama manusia. Ia tentu saja tidak tega melihat kondisi lemah Jasmin saat ini.


Setelah hampir lima belas menit berada di dalam ruangan, Daniel dan Marvel pun keluar dari ruangan dan menghampiri Jhoni yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Saya tidak bisa lama di sini. Saya harus segera pulang karena Windi pasti menunggu kepulangan saya di rumah." Ucap Marvel pada Jhoni.


Jhoni mengangguk paham. "Saya akan menjaga Nona Jasmin di sini, Tuan. Saya akan mengabari setiap perkembangan Nona Jasmin pada Tuan." Ucap Jhoni karena ia tahu Windi pasti sangat ingin mengetahui bagaimana kondisi sahabatnya itu.


"Baiklah, kalau begitu saya dan Daniel pamit pulang dulu." Ucap Marvel dan diangguki Jhoni sebagai jawaban.


*


Keesokan harinya, Marvel yang baru saja terbangun dari tidurnya mendapatkan panggilan telefon dari Jhoni yang mengatakan jika Jasmin meminta Windi untuk datang menemuinya pagi ini di rumah sakit. Tentu saja apa yang dikatakan Jhoni padanya terdengar oleh Windi yang memang tengah berada di sebelah Marvel.


"Kalau begitu ayo kita bersiap, Mas." Ajak Windi. Entah mengapa ia merasakan perasaan tidak enak saat ini.


Marvel mengangguk lalu meminta Windi untuk mandi lebih dulu. Sedangkan dirinya memilih membereskan tempat tidur mereka dan mengambilkan baju ganti untuk Windi. Hal yang sudah mulai biasa ia lakukan akhir-akhir ini.


"Sayang, kau ingat dengan pesan dokter bukan? Jangan membahayakan kandunganmu karena terlalu memikirkan orang lain." Pesan Marvel saat Windi baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Aku mengerti, Mas." Jawab Windi patuh.


***