
"Tentu saja aku sangat bahagia, Sayang." Jawab Marvel lalu mendekap erat tubuh istrinya.
Windi tersenyum bahagia mendengarnya. Setelah cukup melepas rasa haru satu sama lain, akhirnya Windi dan Marvel memutuskan untuk memeriksakan kondisi kandungan Windi ke rumah sakit tempat Dara bekerja. Dan untuk kali ini Marvel bertindak menggunakan kekuasaannya agar Windi segera diperiksa setelah sampai di rumah sakit.
Tiga puluh menit berlalu, kini Windi dan Marvel telah berada di rumah sakit dan langsung disambut oleh seorang perawat yang akan mengantarkan mereka menuju ruangan pemeriksaan.
"Mas, aku takut." Ucap Windi pelan saat mereka hendak masuk ke dalam ruangan dokter obgyn.
"Tenanglah, Mas ada di sini menemanimu." Tutur Marvel lembut.
Windi pun mengangguk mengiyakannya lalu melangkah masuk ke dalam ruangan sambil menggenggam sebelah tangan Marvel.
"Selamat datang, Tuan Marvel, Nona Windi." Sapa seorang wanita muda pada mereka.
Marvel dan Windi tersenyum lalu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Dokter muda itu.
"Ayo silahkan duduk dulu, Tuan, Nona." Ucapnya lembut.
"Terima kasih Dokter Shindy." Jawab Windi.
Dokter muda yang bernama Shindy itu pun mengangguk. Tak lama kemudian Dokter Shindy pun mempertanyakan tujuan Marvel dan Windi datang menemuinya. Setelah mengetahui tujuan sepasang suami istri di depannya, Dokter Shindy pun meminta Windi untuk naik ke atas ranjang untuk melakukan pemeriksaan.
"Bagaimana Dokter, apa benar istri saya tengah mengandung?" Tanya Marvel sambil menatap pada layar monitor.
Dokter yang tengah menatap pada layar monitor pun tersenyum mendengar pertanyaan dari Marvel. "Benar, Tuan. Nona Windi saat ini tengah mengandung. Coba lihat ini, Tuan." Dokter Shindy mengarahkan kursor pada sebuah titik yang ada di layar monitor.
"Titik kecil berbentuk biji kacang ini adalah janinnya." Ucap Dokter Shindy.
Windi pun turut berkaca-kaca sambil menatap layar monitor.
"Apa kondisi kandungan istri saya saat ini baik-baik saja, Dokter?" Tanya Marvel setelah pemeriksaan selesai dilakukan dan kini mereka telah duduk kembali di kursi yang berhadapan dengan Dokter Shindy.
"Seperti yang Tuan harapkan. Kondisi kandungan Nona Windi saat ini dalam keadaan sehat." Jawab Dokter.
Jawaban Dokter pun berhasil membuat senyuman di wajah Marvel semakin terkembang.
"Saya sudah meresepkan obat dan vitamin untuk dikonsumsi Nona Windi. Silahkan ditebus dibagian farmasi." Ucap Dokter sambil menyerahkan selembar kertas pada Marvel.
"Terima kasih, Dokter. Kalau begitu kami permisi dulu." Pamit Marvel.
Dokter Shindy mengangguk lalu mengantarkan Marvel dan Windi sampai ke depan ruangannya.
"Sayang, kau dengar apa yang Dokter katakan tadi? Mulai saat ini kau harus menjaga kesehatanmu agar bayi kita tetap sehat di dalam sini." Ucap Marvel sambil mengusap perut Windi.
"Iya, Mas. Aku akan melakukannya. Terima kasih atas perhatian dan kasih sayangmu selama ini kepadaku, Mas." Ucap Windi sambil menatap haru pada Marvel.
Marvel tersenyum mendengarnya. "Itu sudah kewajibanku menjadi seorang suami, Sayang. Sampai kapan pun itu aku akan selalu berusaha memberikan kasih sayang dan perhatian lebih kepadamu dan anak-anak kita nantinya." Ucap Marvel lembut.
"Sekali lagi terima kasih, Mas." Jawab Windi.
Marvel mengangguk lalu membawa Windi menuju bagian farmasi.
***