
"Mas, kau sudah pulang." Windi terlihat menyambut kepulangan Marvel dengan senyuman manis di wajahnya.
"Emh, ya." Jawab Marvel setelah membawa tubuh Windi ke dalam pelukannya.
Windi melepas dekapan Marvel. "Kau terlihat tidak bersemangat. Pasti saat ini kau sedang lelah dan membutuhkan istirahat." Ucap Windi.
Marvel mengangguk membenarkan perkataan Windi. Ia pun mengajak Windi naik ke kamar mereka setelah sebelumnya memberikan sapaan pada mertuanya yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
"Bagaimana keadaan ayah saat ini. Apa sudah semakin membaik?" Tanya Marvel.
"Seperti yang kita harapkan. Keadaan ayah sudah semakin membaik bahkan ayah kini sangat lahap menyantap makanannya." Jawab Windi.
"Syukurlah kalau begitu." Marvel tersenyum senang mendengarnya.
"Apa kau sudah ingin mandi?" Tanya Windi yang berniat ingin mempersiapkan air hangat untuk Marvel mandi.
"Sepertinya belum. Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu." Ucap Marvel.
"Apa itu?" Windi terlihat penasaran mendengarnya.
Marvel tak langsung menjawab pertanyaan Windi dan memilih mengajak Windi untuk duduk di atas sofa. Windi pun menurutinya dengan mengikuti Marvel duduk di atas sofa.
"Apa kau masih berhubungan baik dengan Jasmin?" Tanya Marvel memastikan kembali.
"Ya. Aku dan Jasmin masih berhubungan dengan baik setelah hari itu aku meminta maaf padanya. Tapi... akhir-akhir ini Jasmin jarang membalas pesan dariku." Jawab Windi mengingat pesannya yang belum dibalas bahkan dibaca oleh Jasmin.
Marvel terdiam beberapa saat lalu memiringkan tubuhnya menghadap pada Windi.
"Sayang, aku harap kau tidak akan terkejut mendengarny." Ucap Marvel sambil menatap intens wajah Windi.
"Ada apa ini, Mas?" Perasaan Windi merasa tidak enak mendengar perkataan Marvel.
"Apa?" Seperti apa yang Marvel pikirkan, istrinya itu terlihat begitu terkejut mendengarnya. "Jasmin pingsan? Kenapa?" Tanyanya.
Marvel menghela nafas sejenak. "Aku tidak mengetahui dengan pasti kenapa dia tiba-tiba pingsan saat di lift tadi. Namun yang pasti saat ini Jasmin sedang mengidap penyakit kanker rahim stadium tiga." Jelas Marvel.
"A-apa?" Windi yang merasa sangat terkejut mendengarnya sampai dibuat terbata.
"Sayang tenanglah." Ucap Marvel tak ingin istrinya terlalu mengkhawatirkan Jasmin.
"Bagaimana aku bisa tenang. Jasmin sedang sakit saat ini dan..." Pemikiran Windi pun langsung tertuju pada sosok pria kecil yang sudah ia sayangi. Siapa lagi jika bukan Arthur. Anak kandung dari Jasmin.
"Saat ini Jhoni sudah berada di apartemen Jasmin untuk menemani Arthur di sana." Ucap Marvel yang seolah mengerti kemana arah pembicaraan istrinya.
"Lalu bagaimana keadaan Jasmin saat ini? Apa dia sudah sadar? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Windi beruntun.
"Dia sudah sadar dan sedang dalam penanganan dokter." Jawab Marvel seadanya.
Karena merasa terlalu cemas dengan keadaan Jasmin saat ini, sore itu Windi meminta izin pada Marvel untuk menghampiri Jasmin ke rumah sakit. Ia ingin memastikan jika teman baiknya itu baik-baik saja dan tidak seburuk apa yang ia pikirkan. Walau Windi sangat tahu siapa Jasmin di hidup Marvel dulu, namun Windi sudah tidak memperdulikannya lagi terlebih ia dapat merasakan jika Jasmin adalah wanita yang baik dan tidak berniat merusak rumah tangganya dan Marvel.
"Tidak perlu mengantarkanku. Aku bisa pergi bersama sopir. Lebih baik saat ini kau mandi dan istirahat. Aku tahu kau sangat lelah saat ini." Ucap Windi menolak saat Marvel berniat mengantarkannya ke rumah sakit.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.