
"Apa kau yakin ingin memperkenalkan aku pada karyawan di perusahaanmu?" Tanya Windi meragu.
"Tentu saja aku yakin. Tidak ada hal yang membuatku tidak yakin." Balas Marvel.
Windi menghela nafas sesaat lalu mengangguk mengiyakan ucapan Marvel. Setelahnya ia mengambilkan makanan untuk Marvel dan meletakkannya di hadapan Marvel.
"Makanlah." Ucap Windi.
"Kau juga makanlah." Balas Marvel.
Windi mengangguk mengiyakan lalu mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Setelah selesai mengambil makanan untuknya, Windi pun mengajak Marvel untuk memulai makan siang bersama mereka.
Dua puluh menit berlalu akhirnya Marvel dan Windi telah selesai menghabiskan makanan mereka masing-masing. Windi segera merapikan kotak bekal yang ia bawa serta piring bekas makan mereka dan menyerahkannya pada OB yang sudah dipanggil Marvel untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Sepuluh menit lagi kita akan pergi ke aula." Ucap Marvel setelah mengirimkan pesan di grup perusahaannya.
Windi mengangguk saja tanpa bersuara. Lagi pula ia tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa keinginan suaminya itu.
Sementara di sebuah cafe yang berada tidak terlalu jauh dari perusahaan, Jasmin nampak mematikan layar ponselnya setelah membaca pengumuman yang baru saja masuk ke dalam grup whatsappnya.
"Apa kau sudah membaca info yang dikirimkan Presdir, Jasmin?" Tanya rekan kerja Jasmin.
"Sudah. Berarti setelah ini kita tidak langsung masuk ke dalam ruangan melainkan ke dalam aula." Balas Windi.
Wanita itu mengangguk membenarkan perkataan Jasmin. "Kira-kira hal apa yang ingin disampaikan Presdir pada kita?" Tanyanya penasaran.
Jasmin mengangkat kedua bahunya. "Entahlah... mungkin saja program kerja baru di perusahaan kita." Jawab Jasmin seadaanya.
Wanita itu mengangguk lalu mengajak Jasmin kembali ke perusahaan karena sebentar lagi waktu istirahat mereka telah habis. Jasmin pun mengangguk mengiyakannya lalu bangkit dari duduknya.
*
Kebisingan di dalam aula pun seketika hilang saat sosok Marvel berjalan ke arah kursi yang telah disediakan bersama seorang wanita yang terlihat mengenakan dress sederhana namun terlihat sangat indah di tubuh mungilnya.
"Windi?" Jasmin sedikit terkejut melihat sosok Windi yang kini sudah duduk di sebelah Marvel.
Windi nampak diam dengan kepala tertunduk karena saat ini ia begitu gugup berada di hadapan banyak orang.
"Sayang, ayo angkat kepalamu. Kau tidak boleh merendahkan dirimu di depan karyawanku." Bisik Marvel di telinga Windi.
Windi pun seketika mengangkat kepalanya mendengar perkataan Marvel. Kini ia dapat melihat begitu banyak karyawan Marvel yang sudah duduk menghadap pada mereka. Asisten Jhoni yang sudah ditunjuk sebagai pembawa acara siang itu pun segera melakukan tugasnya membuka acara.
Saat asisten Jhoni sedang membuka acara, perhatian Windi seketika tertuju pada Jasmin yang terlihat berada di tengah orang-orang yang sedang duduk menghadapnya. Pandangan mereka pun berada. Windi tersenyum kaku pada Jasmin sedangkan Jasmin tersenyum lebar pada Windi.
"Baiklah, acara selanjutnya adalah kata sambutan dari Tuan Marvel sekaligus pengumuman yang akan disampakan oleh Tuan Marvel." Ucap Jhoni.
Kini perhatian semua orang pun terpusat pada Marvel dan Windi yang telah berdiri di hadapan mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.