
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu yang terdengar cukup keras dari luar membatalkan niat Jasmin yang hendak menjawab pertanyaan dari Windi.
"Tunggu sebentar." Ucap Jasmin pada Windi.
Windi mengangguk dan menatap Jasmin yang kini melangkah ke arah pintu. "Astga, Windi... apa yang kau tanyakan pada Jasmin? Kau membuatnya tidak nyaman dengan pertanyaanmu." Windi merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol hatinya saat ini.
Ceklek
Di saat pintu baru saja terbuka, Jasmin dibuat terkejut melihat keberadaan Marvel tepat di depan pintu ruangan kerjanya.
"Apa istri saya ada di dalam?" Tanya Marvel dengan datar.
"Ya. Windi ada di dalam. Silahkan masuk." Ucap Jasmin lalu membuka lebar pintu ruangannya.
Deg
Windi dibuat terkejut melihat Marvel yang kini berada di tempat yang sama dengannya.
"Sayang, kenapa kau ada di sini? Bukankah kau berkata ingin pulang?" Tanya Marvel lembut namun terdengar penuh sindiran di telinga Windi.
"Agh, ya." Windi segera bangkit dari duduknya. "Aku tadi tiba-tiba saja teringat dengan Jasmin dan ingin menemuinya sebentar." Kilah Windi.
Marvel tak percaya begitu saja. Ia pun meminta Windi untuk ikut dengannya dan membawanya kembali ke dalam ruangan kerjanya. Jasmin pun melepas kepergian Marvel dan Windi dengan perasaan lega sekaligus awas karena takut Windi akan mengetahui status di antara mereka.
Lima menit berlalu, Marvel dan Windi kini sudah berada di dalam ruangan kerja Marvel. Marvel menatap intens pada istrinya yang tengah tertunduk duduk di atas sofa.
"Bisakah jika kau merasakan ada sesuatu yang tidak beres di pemikiranmu kau menanyakannya langsung kepadaku?" Tanya Marvel. Tadi ia memang merasa ada hal yang aneh dengan sikap istrinya itu. Dan setelah ia selidiki dengan melihat rekaman CCTV dari awal kedatangan Windi ke perusahaan hingga sampai di depan ruangan kerjanya, Marvel dibuat terkejut saat melihat Windi seperti mendengarkan pembicaraannya dan Jasmin dari dalam ruangan kerjanya.
"Maaf. Aku hanya kecewa karena tadi kau tidak jujur kepadaku." Jawab Windi apa adanya.
Marvel menghela nafas panjang. "Aku tidak jujur karena aku tidak ingin membuatmu berpikir terlalu jauh tentang diriku di masa lalu. Semuanya sudah tidak penting bagiku maka dari itu aku tidak ingin memberitahukannya padamu." Terang Marvel.
"Bisakah kau menjelaskan sesuatu kepadaku?" Tanya Windi.
Marvel menghela nafas panjang. "Tentang apa? Apa tentang wanita itu?" Tanya Marvel.
Windi mengangguk mengiyakannya.
Walau merasa malas menceritakannya pada Windi namun Marvel akhirnya tetap menceritakan apa yang terjadi di masa lalu tentang dirinya dan Jasmin. Rasanya Marvel kini sudah tahu hal apa yang membuat sikap istrinya itu berubah akhir-akhir ini. Pastilah istrinya itu berpikir terlalu jauh tentang Jasmin dan dirinya.
"Sekarang apa kau sudah paham? Aku sudah tidak ingin lagi menceritakan hal ini kepadamu. Menurutku dia hanyalah masa lalu dan kau adalah masa depanku." Ucap Marvel setelah menjelaskan apa yang terjadi.
Windi terdiam dengan pemikiran yang sudah melayang kemana-mana. Ternyata Marvel tidak mengetahui jika Jasmin adalah wanita yang diberitahukan oleh Jhoni saat itu menjadi direktur keuangan yang baru di perusahaannya. Dan satu hal lagi yang kini mulai berputar di benak Windi. Alasan Jasmin menduakan Marvel waktu itu. Entah bagaimana ekspresi Marvel jika mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.