Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Kenapa bisa mirip?


Marvel pun memulai pembahasan mereka yang baru tentang rencana bulan madunya dan Windi dengan meminta bantuan Daniel meminjamkan salah satu Villa milik keluarganya yang ada di kota Bogor untuk ia tempati bersama Windi. Daniel pun dengan cepat mengiyakan permintaan Marvel tanpa rasa keberatan.


"Kenapa kau tidak memilih mengajak Windi bulan madu ke Bali saja? Bukankah kau juga memiliki Villa pribadi di sana?" Tanya Dio merasa bingung.


"Aku ingin menikmati bulan maduku bersama Windi dengan menikmati jalanan yang nanti kami lewati. Lagi pula aku tidak bisa mengajaknya ke tempat yang terlalu jauh mengingat kondisi ayahnya saat ini yang masih dalam masa pemulihan." Terang Marvel.


Dio mengangguk paham. Pembicaran mereka pun kembali berlanjut dengan pembahasan yang lebih inting tentang tutorial cara malam pertama Marvel yang tentu saja diterangkan langsung oleh kedua pria yang sudah berpengalaman. Siapa lagi jika bukan Daniel dan Kevin. Dan untuk Dio, pria itu hanya bisa meneguk salivanya susah payah saat membayangkan adegan yang sedang dijelaskan kedua sahabatnya itu.


Di tengah pembahasan panjang Marvel dan ketiga sahabatnya, di negara lain tepatnya di negara S, Windi terlihat tengah uring-uringan karena tidak lagi mendapatkan kabar dari Marvel. "Apa Marvel dan ketiga sahabatnya masih berkumpul sehingga Marvel tidak sempat membalas pesan dariku?" Gumam Windi. Windi pun berusaha mengalihkan pemikirannya dari Marvel dengan berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit setelah menitipkan ayahnya pada seorang perawat yang bertugas menjaga ayahnya.


Bruk


Seorang wanita yang sedang berjalan terburu-buru tanpa melihat jalan di depannya tanpa sengaja menabrak tubuh Windi yang sedang berjalan di sekitar taman.


"Aw..." Windi meringis sambil memegang sikunya yang terasa sakit akibat terjatuh di lantai taman.


"Maaf, maafkan saya, Nona." Wanita yang tidak sengaja menabrak Windi pun membantu Windi untuk bangkit.


"Tidak masalah." Jawab Windi sambil meringis.


"Sekali lagi maafkan saya, Nona. Saya tidak fokus melihat jalan karena saya sedang membalas pesan dari teman saya." Ucapnya sambil menunjukkan layar ponselnya pada Windi.


Deg


"Nona?" Wanita itu melambaikan tangan ke wajah Windi.


"Emh, ya?" Jawab Windi sedikit kaku.


"Sekali lagi maafkan saya." Ucapnya lagi.


Windi mengangguk. "Ya. Tidak masalah." Jawabnya seraya tersenyum. Setelah mendapatkan jawaban dari Windi, wanita itu pun segera berpamitan untuk pergi dengan alasan ia ingin mengunjungi salah satu temannya yang sedang di rawat di rumah sakit. Windi pun mengangguk mengiyakannya dan menatap kepergian wanita itu dengan sejuta tanya di dalam pemikirannya saat ini.


"Foto itu... kenapa wajah pria yang ada di dalam foto itu sangat mirip dengan Marvel?" Gumam Windi sambil mengingat kembali foto yang tadi dilihatnya. Walau di foto itu warna rambut pria yang ia lihat berbeda dengan warna rambut Marvel saat ini, namun Windi dapat melihat dengan jelas jika wajah pria itu sangat mirip dengan Marvel.


"Agh, sepertinya hanya prasangkaku saja." Windi menggeleng mengusir segala prasangka yang ada di dalam pemikirannya saat ini.


Sementara wanita yang tadi tidak sengaja menabraknya nampak bersenyumbunyi di belakang tembok sambil menatap pada Windi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Setelah cukup lama menatap Windi yang masih terdiam di posisinya, wanita itu pun pergi entah kemana.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.