Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Siapa anak itu?


"Maaf, untuk malam ini izinkan aku menemani Arthur untuk tidur. Dia pasti merasa asing tidur di rumah ini." Pinta Windi.


Marvel menghembuskan nafas bebas di udara dan mengangguk mengiyakan permintaan Windi. Ia membiarkan begitu saja Windi masuk ke dalam kamar tamu dan memilih beranjak menuju kamarnya.


"Arthur..." Windi melangkah pelan mendekati Arthur yang masih terlelap dengan nyaman di atas ranjang. "Kasihan sekali dirimu, Nak. Tante harap kau tidak akan merasakan seperti apa yang Tante rasakan dulu." Lirih Windi mengingat dirinya yang ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh ibunya di saat masih berusia lima tahun.


Tanpa terasa air mata kembali mengalir di kedua pipi Windi karena tak sanggup membayangkan jika anak sekecil Arthur akan merasakan apa yang ia rasakan dulu. Jika dulu masih ada ayahnya yang bisa merawat Windi setelah kepergian ibunya, namun berbeda dengan Arthur yang sama sekali tidak memiliki siapa pun di hidupnya karena ayah kandungnya sendiri tidak mau menerimanya di dunia ini.


Windi merebahkan tubuhnya dengan hati-hati di sebelah tubuh Arthur. Ia mengusap lembut rambut Arthur dengan sayang. Walau baru mengenal Arthur dan Jasmin beberapa bulan belakangan ini, namun Windi sudah dapat merasakan jika dirinya sudah menyayangi sosok Arthur.


"Arthur... tidurlah dengan nyenyak. Tante akan menjagamu di sini." Ucap Windi pelan.


*


Pagi harinya, Windi terjaga dari tidurnya saat mendengarkan suara tangisan Arthur yang terdengar cukup keras.


"Mommy... Mommy..." Arthur terdengar memanggil nama Mommynya sambil menangis.


"Arthur..." Windi segera beranjak dari atas ranjang dan menghampiri Arthur yang sedang berusah membuka pintu kamarnya.


"Tante? Dimana ini? Mommy dimana?" Tanya Arthur.


"Arthur saat ini berada di rumah Tante." Ucap Windi sambil berusaha menenangkan Arthur yang sedang menangis.


"Mommy? Dimana Mommy?" Tanya Arthur lagi karena Windi belum menjawab pertanyaannya.


"Arthur..." Windi mencoba mencoba meraih tubuh Arthur yang terasa sedikit berat lalu membawanya kembali ke atas ranjang.


"Arthur tenanglah..." Windi mengusap-usap punggung Arthur. "Nanti Tante akan membawa Arthur menemui Mommy. Sekarang Arthur tenang dulu dan kita mandi, ya?" Ajak Windi.


Karena mendengar akan dibawa menemui Mommynya akhirnya membuat tangisan Arthur reda. Windi pun dengan lembut mengajak Arthur untuk mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar tamu.


Windi dibuat sedikit terkejut saat Arthur menolak dimandikan olehnya karena ia sudah biasa mandi sendiri. Windi pun memilih membiarkan Arthur mandi sendiri dan memperhatikan cara Arthur mandi. Windi benar-benar dibuat terkesiap melihat cara Arthur mandi layaknya orang dewasa bahkan tidak menunjukkan kesalahan sedikit pun.


"Jasmin... kau benar-benar ibu yang hebat." Gumam Windi seraya tersenyum. Windi yakin dibalik kepandaian Arthur saat ini ada Jasmin yang mengajari putranya itu mandiri sejak dini.


Setelah mandi dan memakai pakaian, Windi mengajak Arthur keluar dari dalam kamarnya. Dilihatnya di ruang tamu nampak sepi dan hanya ada suara keributan dari dalam dapur.


"Arthur tunggu di sini sebentar, ya. Tante ingin ke kamar sebentar." Ucap Windi pada Arthur.


Arthur mengangguk lalu duduk di atas sofa. Tak berselang lama setelah kepergian Windi, Arthur yang tengah duduk di atas sofa dikejutkan dengan kedatangan sepasang pria dan wanita lanjut usia yang baru masuk ke dalam rumah.


"Papa, siapa anak itu?" Tanya wanita yang tak lain adalah Mama Belinda pada suaminya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.