Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Hasil yang sama


Tanpa terasa empat bulan sudah Windi dan Marvel menjalani rumah tangga mereka dengan tentram dan damai. Selama empat bulan mengarungi rumah tangga bersama membuat Marvel dan Windi semakin dekat satu sama lain. Setiap harinya Marvel selalu memberikan perhatian yang lebih pada Windi bahkan selalu memuja istrinya yang membuat Windi selalu salah tingkah karenanya.


Walau merasa senang dengan sikap Marvel yang selalu baik dan romantis padanya, namun Windi juga menyimpan rasa harap-harap cemas dengan kehadiran anak yang belum terlihat di dalam rahimnya saat ini. Setiap harinya ia selalu dihantui dengan kata kehamilan yang sering terucap dari mulut mertuanya waktu itu dan harapan Marvel setiap mereka selesai bercinta.


Kehamilan membuat Windi merasa cukup tidak tenang melewati hari-harinya. Terlebih saat ini kandungan Queen sudah memeasuki enam bulan sedangkan dirinya belum menunjukkan tanda kehamilan sama sekali. Sebagai wanita yang memiliki hati dan perasaan yang sensitif, Windi acap kali merasa sedih saat mendengar pertanyaan orang-orang pada dirinya.


Seperti beberap hari yang lalu. Di saat mereka sedang berkumpul di kediaman Queen dan Kevin, Boy yang masih kecil tidak tahu apa-apa tiba-tiba menanyakan apakah di dalam perutnya ada adik bayi atau tidak. Walau itu adalah pertanyaan yang sama ditanyakan Boy pada Naina, namun tetap saja Windi merasa sedih mendengarnya.


"Huft... negatif lagi." Untuk yang kesekian kalinya Windi menyimpal hasil tespek ke dalam kotak yang berisi beberapa tespek yang menunjukkan hasil yang sama. Sudah berapa kali selama dua bulan belakangan ini Windi selalu mencoba alat tes kehamilan namun tetap menunjukkan hasil yang sama.


Rasanya saat ini Windi sangat ingin menangis karena memikirkan kapan Tuhan memberikannya kesempatan untuk mengandung seperti apa yang diharapkan suami dan mertuanya. Sekuat mungkin Windi selalu menahan air matanya dan berusaha tetap kuat di hadapan Marvel dan Ayahnya yang tinggal di tempat yang sama dengannya.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu dari luar membuat Windi segera memasukkan kotak tespek ke dalam lemari dan tak lupa menguncinya. Setelahnya Windi berjalan tergesa-gesa ke arah pintu dan membukanya.


"Kenapa pintunya dikunci?" Tanya Marvel dengan wajah bingung pada istrinya.


"Emh, maaf, tadi aku sedang berganti pakaian." Jawab Windi.


"Sudah. Apa kita akan berangkat sekarang juga?" Tanya Windi kembali.


"Ya. Ayo kita berangkat. Kau sudah sangat ingin bermain di taman bukan?" Goda Marvel.


Windi tersenyum malu mendengarnya. Bagaimana tidak, tadi malam ia tiba-tiba saja menginginkan bermain di taman hanya berdua dengan Marvel. Bayangan berjalan berdua mengelilingi taman bersama Marvel membuat Windi merasa sangat senang bila melakukannya.


"Baiklah, ayo kita pergi." Ajak Marvel yang diangguki cepat oleh Windi.


Lima belas menit kemudian, Marvel dan Windi telah tiba di sebuah taman yang terletak tidak jauh dari rumah mereka berada.


"Kau mencari siapa?" Tanya Marvel saat melihat Windi sedang menatap ke sekitar taman seolah sedang mencari seseorang.


"Jasmin dan putranya. Biasanya mereka bermain di taman ini saat libur tiba." Jawab Windi tanpa menatap Marvel karena kita matanya tengah mencari keberadaan Jasmin dan Arthur. "Nah, itu mereka!" Windi terlihat kegirangan saat melihat keberadaan Jasmin dan Arthur yang berada tidak terlalu jauh darinya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.