Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 18


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Besok? dengan siapa? Asisten mu itu, iya?" tanya XyRa dengan tatapan penuh selidik.


Axel hanya mengangguk sambil tersenyum simpul mengiyakan apa yang di tanya Sang istri barusan.


"Aku lupa, apa aku sudah bicara denganmu juga?"


"Entah," jawab XyRa sambil meletakkan ponselnya ke atas meja.


Biasanya, Axel memang selalu menceritakan apapun itu pada XyRa, tapi melihat ekspresinya barusan ia juga jadi sedikit curiga karna sepertinya benar-benar lupa.


"Berapa lama disana?" tanya XyRa dengan nada bicara sedih.


Wajar jika wanita itu merasakan hal tersebut mengingat selama menikah ini adalah kali keduanya Sang suami ke luar kota, yang pertama dulu saat El berusia kurang lebih satu tahun dan itu selaman 8 hari, berat sekali rasanya melewati hampir 200 jam tanpa sang suami, bahkan tak jarang XyRa menangis saat malam jika ingat pria yang saat itu sedang sibuk mencari nafkah untuknya dan juga anak anak.


Dan kini, haruskah ia kembali merasakan rindu lagi?


Menangis setiap malam manaka kaka yange menemaninya tidur hanya El dan Sean, belum terjadi saja rasanya dada XyRa sudah sangat sesak.


Tapi Axel punya tanggung jawabnya sendiri, ia tak bisa melimpahkan semua pekerjaannya pada karyawan tanpa melihat dan terjun langsung meski taruhannya meninggal kan keluarga.


"Tak lama, hanya tiga hari, Mih."


"Oh, baiklah. Aku ikut," timpal XyRa cepat yang sepertinya ia tak berpikir lagi.


"Serius? tapi El dan Sean?" tanya balik Axel dengan wajah bingungnya.


"Kan sudah ku bilang, aku ikut! yang pastinya hanya aku, Pih." jelas XyRa yang kini dengan ekspresi merengut kesal.


"Hah? oh ok, kita pergi besok tanpa anak anak," jawab Axel meski masih tak percaya sebab sejak kapan XyRa mau meninggalkan anak-anaknya.


.


.


.


"Aku besok mau ke luar kota bersama Mas Axel, Mih," ucap XyRa mendadak pada Amihnya.


"Tumben ikut, Sayang?" tanya Amih yang tahu betul bagaimana putri bungsunya selama ini.


"Iya cuma Sebentar kok, aku titip anak anak boleh, Mih?"


"Oh, Tentu. Mau lama juga gak apa-apa, Amih dan Apih siap ngasuh mereka. Tenang saja," jawab Amih dengan senangnya.


XyRa yang sebenarnya sudah tau jawabannya hanya tersenyum simpul, hatinya akan lega jika sudah bicara dengan Amih. Kini saatnya ia bicara pada Sean lebih dulu.


"Luar kotanya gak bisa nunggu Abang liburan?" protes Sean seperti tak rela.


"Mamih kan temenin Papih kerja. Abang bisa tetap disini sama Si kembar, iya kan?" Ujarnya yang langsung menoleh kearah Para keturunan Buaya dan kadal.


"Iya, Sean ntar bobo sama Abang ya," ucap Angkasa yang memang dekat dengan Sean.


"Sama Aa juga boleh, ntar suruh Shaka dan Sky nginep juga biar sama-sama bareng bareng," timpal Fajar yang di setujui kakaknya.


"Hem, ya udah. Tapi Mamih janji harus cepat pulang, Ok," mohonnya sambil memeluk. Anak itu begitu berat berpisah padahal XyRa sudah menawarkan untuk Sean ke ibu kandungnya selama ia tak ada.


Urusan dengan Sean selesai, kini XyRa tinggal bicara pada El.


"Mamih mau pergi sama Papih, El bobo sini ya sama Abang," ucapnya pada Sang Putra.


Nda mau.. nda bobo ma Abang.


"Terus El mau bobo sama siapa? Amih?" tanya XyRa.


.


.


.


Bobo piuuuh buleh??