Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 39


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rumah utama yang tadinya selalu menggelegar kini kembali aman terkendali, setidaknya hanya Angkasa dan Fajar yang menggoda Lintang sebab Si anak kecil sudah pulang ke habitatnya. Itulah yang di katakan Si Bungsu.


"Kuping Lilin gatel ih," ucapnya yang merasa tak nyaman.


"Kenapa? Jangan-jangan kemasukan monster," jawab Angkasa.


Lintang yang mendengar apa yang di katakan Sang kakak awalnya hanya mengernyitkan dahi untuk mencerna apa yang mulai masuk ke dalam otaknya.


"Nda muat Abang! Munstel kan besal. Kuping Lilin kan kecil. Macupin cemut kali ya?"


"Emang Lilin boboan dimana? sampe ada semut merayap?" tanya Fajar yang di jawab gelengan kepala.


"Bobo etek Phiu aja, tapi ini gatel loh. Lilin kaya ada yang omongin nih," keluh nya lagi sambil mengusap telinganya sendiri.


"Sini Abang liat," kata Angkasa sambil menarik bahu Lintang agar lebih dekat.


Dengan seksama dan raut wajah meyakinkan Angkasa melihat kearah telinga adiknya tersebut, ekspresinya yang serius tentu membuat Lintang takut.


"Ada apanya?" tanya Si bungsu.


"Ada El lagi joged joged dalam kuping Lilin.


" Ih, Abang mah tukang bo'ong," jawab Lintang yang tentunya tak percaya, ia kembali mengusapnya karna masih gatal.


"Beneraaaaaaaan."


"Nda, apain anak kecil di kuping Lilin? Abang tukang bo'ong." Lintang yang kesal mulai berdecak pinggang.


"Biarin, dari pada Lilin TUKANG NANGIS !!!!" sahut Angkasa yang langsung bangun kemudian berlari mencari Buayanya.


"Huaaaaaaaaaa, Dia apa nakal banet sih? Lilin nangis lagi ini?????!!!!!!"


.


.


.


Holeeeeeeeeeee.....


El yang tiba-tiba bertepuk tangan sambil berjingkrak senang membuat yang ada di dekatnya langsung menoleh. XyRa sampai menautkan kedua alisnya karna bingung ada apa dengan Si bungsu.


Noh angis noh...


"Siapa yang nangis?" tanya XyRa lagi, kini pandangannya justru beralih pada suami dan juga Si sulung.


Tapi, kedua laki-laki tampan itu menggelengkan kepala seakan tahu isi kepala XyRa yang sedang melayangkan pertanyaan.


"Pih, jangan jangan ada hantu?" bisik Wanita cantik itu yang pindah duduk ke sebelauh suaminya.


"Gada, Mih. Kita ini di dunia halu, bukan dunia ghaib," balas Axel yang nyatanya ikut bangun juga bulu halusnya.


"Ya kali, Mak othor iseng, Pih."


Sean yang mendengar hal tersebut ikut mendekat juga, dengan tampang imutnya ia duduk diantara Mamih dan Papihnya lalu tergelak sendiri saat XyRa mencium pipi anak sambungnya tersebut.


Drama El yang bertepuk tangan sendiri padahal mereka tak sedang melakukan apapun terus mengundang kecurigaan tersendiri, khususnya XyRa yang entah kenapa langsung merasa takut hingga tak mau lepas dari suaminya.


"Liat tuh, anakmu cekikan sendiri. Jangan jangan lagi main sama hantu loh, Pih," kata XyRa lagi karna El masih saja senyum senyum tak jelas.


"Gak mungkin, Mih. El kan punya dunianya sendiri. Mungkin dia sedang berhalusinasi makanya sampai bertepuk tangan senang seperti tadi," sahut Axel menenangkan. Tentu seorang pria akan berpikir secara logikanya tak seperti wanita yang sukanya menebak dengan perasaan, contohnya yang di lakukan XyRa sekarang.


"Tapi El bilang tadi ada yang nangis juga, Pih."


"Masa iya ada yang nangis, El malah tepuk tangan kata tadi? udah ah, percaya sama aku kalau gak ada apa apa ya," balas Axel yang memegang tangan dingin istrinya.


"Tapi, Pih--,"


"Ssst... jangan berisik!" kata Axel yang malah membuat XyRa mengeratkan pelukannya.


"Ada apa, Pih? Papih denger apa?" tanya XyRa.


.


.


.


.


Kamu diem ya, aku juga takut nih....