
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
XyRa yang baru bangun langsung tersenyum simpul saat melihat ada Axel dan Sean di ranjang yang sama dengannya. Efek obat yang di minumnya ternyata membuat ia tak sadar jika ada dua pria kesayangannya yang entah sejak kapan disana.
"Mamih udah bangun?" tanya Sean.
"Hem, iya, Sayang. Sean juga sudah bangun?" tanya balik XyRa.
"Mamih tinggalin Sean," rajuknya yang langsung memeluk Sang ibu sambung, XyRa pun tergelak di tengah rasa bersalahnya saat ini.
Kedatangan ArXy memang membuatnya terpaksa meninggalkan anak itu saat terlelap, dan setelahnya justru begitu banyak drama yang terjadi hingga tak terasa semua berujung lagi di kamar dan ranjang.
"Maaf ya, tadi ada Uncle mu datang," ucap wanita itu.
Kata Mu sengaja di sematkan oleh XyRa agar Sean merasa di akui oleh keluarga besarnya dan memang itulah yang terjadi, Amih dan Apih maupun ArXy tak pernah membedakan saat ada acara kumpul bersama. Sean di istimewa dan dikenalkan juga sebagai cucu keluarga Rahardian Wijaya.
XyRa yang baru ingat pada kakaknya itu lantas bertanya pada Axel, dan ternyata ArXy sudah pulang kurang lebih 30 menit yang lalu, ia tak berpamitan karna tak ingin mengganggu istirahat XyRa dan hanya menitipkan salam dan doa agar lekas membaik.
"Kamu masih mual? kita makan dulu ya, biar ku suruh pelayan membawa makanan kemari," ujar Axel yang hampir meraih ponselnya namun di tahan oleh XyRa.
"Kita makan sama-sama nanti di bawah, Mas."
"Kamu lagi kurang sehat, Sayang," kata pria itu yang masih terlihat khawatir dengan keadaan istrinya.
"Aku udah gak apa-apa, sekarang ada Mamih Sean, Mas. Kita harus menjamu tamu Sebaik-baiknya," jawab XyRa.
Tamu?
Ya, jelas. Sebab Maya tak ada ikatan khusus apapun dengan XyRa dan Axel, ia hanya sebatas ibu dari Sean maka mereka pun akan memperlakukannya bukan seperti kerabat. Maya bisa mendekat ke arah Sean tapi tidak dengan orang tuanya sebab XyRa pun akan tetap memberi batasan mana saja yang boleh dan tak boleh di campuri oleh wanita itu. Di rumah ini, ia tetap Nyonya besarnya, semua harus ikut aturan nya termasuk dengan, Maya!
"Hem, baiklah. Aku bantuin kamu siap siap," balas Axel yang langsung di iyakan sedangkan Sean tetap menunggu di ranjang.
"Sayang, nanti malam pake Lingerie ini ya," ucap Axel yang malah sibuk sendiri di bagian lemari Sang istri.
"Ungu lagi?" tahya XyRa dengan tatap aneh namun langsung di jawab dengan angguka kepala serta senyum menggoda.
"Warna apapun tetap cantik sih di kamu, cuma lagi seneng sama yang ungu ungu," kekeh Axel yang bertingkah aneh lagi setelah puas menghabiskan sepiring mangga muda.
"Hem, iya nanti," kata XyRa yang memang jarang sekali menolak ajakan Si ulat bulu Jumbo milik suaminya.
Dulu ia takut dan tak mau di sentuh dengan alasan tak cinta, tapi nyatanya penyatuan tubuh diantara mereka mampu memberikan rasa lain, bukan hanya kenikmatan dan kepuasan tapi ikatan bathin yang terbentuk tanpa di sadari.
Tak semua cinta datang karna pandangan pertama, ada juga cinta karna terbiasa dan itulah yang kini dirasakan oleh XyRa dan Axel, tujuan yang sama adalah salah satu alasan mereka terus memperkuat ikatan tali pernikahan.
Cek lek
Axel membuka pintu ruang ganti setelah XyRa selesai merapihkan diri. Keduanya kaget saat melihat Sean sedang berdiri sambil melipat tangan di dada.
"Lama banget sih!" omelnya langsung seraya merengut kesal.
"Maaf, Sayang. Ayo," ajak XyRa, hanya ia satu-satunya yang kini bisa merayu bocah tampan tersebut.
XyRa yang mengulurkan tangan langsung disambut oleh Sean, keduanya berjalan lebih dulu keluar dari kamar sedangkan Axel tak di ajaknya.
.
.
.
Ini sih judulnya, Suami rasa Duda di depan anak sendiri...