
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ya woh, ninih El Demoy Piiiiuh...
Teriakan El yang akhirnya juga sembari menarik ujung baju Tuan besar mengundang gelak tawa.
"Aduh, ini siapa yang tarik tarik?"
Demoy... nih Demoy..
"Apa? CIMOL?" goda Samudera lagi
Butaaaaaaaaan.. butan emol, nih Demoy.
"Siapa sih?"
Iiiiiiih..... Aceeeeeeeeeeel.
Sama dengan Lintang, anak itu juga jika sudah kesal akan mengucapkan nama panjangnya sendiri bukan lagi nama panggilan sehari hari.
"Oh, ini RaXel?" tanya Samudera yang langsung menggendong cucunya juga tersebut.
Iyaaaah, Acel Lian Daya
"RaXel Rahardian Wijaya," tegas Apih membenarkan.
Ama ama Apiiih.
"Tuh, sama aja katanya," sahut Amih sambil menyenggol suaminya.
Rasa rasanya anak itu kini tak lagi sabar untuk bertemu orang tuanya di rumah sakit. Sebab, meski Axel sudah jauh lebih baik nyatanya ia tak pernah pulang melainkan tetap menemani XyRa setiap detik yang mereka lewati apa lagi saat wanita itu belum juga sadar dari tidur panjangnya yang membuat dunia tiga laki-laki kesayangannya berantakan.
"El mau pergi ke Mamih sekarang?" tanya Apih saat cucunya itu masih ada dalam gendongan kakak sepupunya. Hari ini rumah utama sedikit aman sentosa sebab Si kembar tiga sedang di bawa jalan jalan oleh Abah dan Enin mereka.
Iyaaaa, yuk.. Mamih tanen tanen..
"Kalau kangen, Mamihnya suruh cepet pulang ya, Jangan lama-lama sakitnya, Ok," pesan Samudera
Puwang ninih, keh..
"Iya, Pulang kesini ya."
El yang pindah gendongan ke Apih langsung di bawa ke pintu utama bangunan mewah tersebut bersama Amih yang menggandeng tangan Sean. keempatnya berpamitan pada Phiu Samudera dan Mhiu Biru sebelum akhirnya masuk kedalam mobil.
"Hati hati di jalan, sampaikan salamku dan Biru pada XyRa dan juga Axel. Kami belum bisa kesana lagi," ucap Sang Tuan besar Rahardian.
"Ok, gunakan waktu terbaik ini, mumpung sepi," bisik Apih Gala yang akhirnya membuat dua pria tua mesum itu tertawa bersama.
.
.
Sesampainya di rumah sakit, mereka berempat langsung menuju ruang rawat inap dengan menggunakan Lift khusus yang tak sembarangan orang lain menaikinya.
Cek lek
"Mamiiiiiiiiiih," seru berbarengan El dan Sean, kedua berlari menuju ranjang dimana wanita terbaik mereka kini sedang duduk bersandar
El, Minaaaaaang...
Suara gelak tawa langsung menggema di ruangan tersebut yang sedari tadi hanya ada XyRa dan Axel saja. Dua malaikat kecil itupun langsung naik ke atas ranjang untuk duduk manis di sisi kanan dan kiri Mamih mereka.
"El, larinya tadi menang?" tanya XyRa yang sangat gemas.
Iyaaaah, Minaaaang.
El yang menjawab sambil bertepuk tangan senang membuat yang lain tersenyum simpul melihat tingkah lucu anak itu. Padahal, jelas sekali Sean yang lebih dulu sampai dan mencium mamihnya.
Tapi tak apa, bukan Sean namanya jika ia tak mengalah untuk adiknya tersayang apalagi hanya perkara lari untuk memeluk mamih mereka.
"Anak pintar, sudah makan?"
Dah, ama itang.
"Ikan apa?" tanya Axel juga yang sama rindunya pada dua putranya tersebut.
.
.
Itang Otol...
Apaaaaaaaaaaaa?? 🤣🤣🤣🤣🤣
Happy Ied Mubarok pasukan Gajah kesayangan teteh... Mohon maaf lahir bathin kalau selama ini ada cerita atau balasan komen dari teteh yang menyinggung perasaan kalian semua. Karna seringnya jari kepeleset hingga jauh 😙.. apalagi yang suka bercanda. Mohon di hampura keun nyah 😘
#Maksa Pokok nya
#Wajib dan harus.