Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 80


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek


ArXy langsung menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, dan benar dugaannya jika Sang sekretaris yang masuk begitu saja tanpa mengetuk benda itu lebih dulu, hal biasa bagi wanita itu mengingat ini sudah bukan jam kerja lagi.


"Kita pergi bawa ini anak?" tanya Clarissa.


"Hem," jawab ArXy hanya berdehem namun tatapan matanya tertuju pada Sean yang sudah datang dan jemput oleh wanita yang mendamba cintanya tersebut.


"Kita mau makan malam, Xy, masa iya bawa orang lain?" cetus Clarissa tak suka.


"Dia bukan orang lain, dia KEPONAKAN ku!" tegas ArXy yang tak suka dengan apa yang di katakan oleh Clarissa barusan.


Wanita itu mendengkus kesal, bagaimana mungkin acara kencannya dengan pria incarannya tersebut harus di ganggu oleh bocah yang tak lain adalah anak sambung XyRa.


"Mau makan atau enggak? aku akan tetap pergi meski kamu tak ingin ikut," ucap ArXy yang tak mau pusing dengan tingkah rajukan tak jelas sekertarisnya.


Clarissa yang tak ada kapoknya di marahi akhirnya tetap ikut, ia berjalan di samping ArXy yang menggandeng tangan Sean menuju lobby perusahaan tepat kendaraan mewah miliknya kini menunggu.


Tujuan awal tentu makan bersama, tapi semua tak sesuai tujuan awal yaitu Resto hotel melainkan resto cepat saji di sebuah Mall, pilihan yang sangat menyebelkan bagi Clarissa yang masih berharap bisa menarim perhatian Sang Direktur Utama Rahardian Group.


Sean yang makan dengan lahap sesekali di puji oleh Unclenya. ArXy memang tak pernah membedakan semua keponakan termasuk Sean dan Si kembar juga yang lainnya, asalkan itu sosok anak kecil tentu ia akan suka dan sayang.


"Habis, Uncle," ucap Sean sambil menggeser piring kosongnya.


Dulu, ia sering sekali tak menghabiskan makanannya tapi setelah ada XyRa semua habis tandas tak tersisa, karena keluarga Rahardian tak suka jika membuang makanan sebab mereka sadar begitu banyak orang kurang beruntung di luar sana yang menahan lapar.


"Anak pintar, mau apa lagi habis ini?" tanya ArXy yang sudah biasa mengajak main anak anak.


"Main, boleh?"


Ia ingin pulang, tapi rasanya sayang jika harus melepas momen bersama Si bujang kaya raya berhati BATU incarannya tersebut.


ArXy yang kini malah menggendong Sean dengan langkah cepat masuk ke area bermain anak anak, ia sungguh sedang memanjakan Sean dan dirinya sendiri uaau bekerja satu hari, setidaknya bersama Sean ia bisa tertawa lepas saat menemani keponakannya itu bermain.


"Sayang, aku mau Shoping," rengek Clarissa, ia yang biasa belanja hari ini justru seperti Baby Sister.


Tak ingin kesenangannya terganggu, ArXy langsung memberikan Clarissa salah satu kartunya, ia biarkan wanita itu pergi dan membeli apapun yang ia mau asalkan ia bebas bersama Sean.


"Uncle kalaaaaaah," teriak Sean sambil berjingkrak senang dan bertepuk tangan.


"Kita main yang lain," jawab ArXy kembali menantang keponakannya itu.


"Ok, tapi habis ini kita mau mana lagi?" tanya Sean sambil meraih uluran tangan ArXy.


.


.


.


Mampir ke penangkaran BUAYA dulu...



***Yang belum mampir, yuk Kepoin..


Kisah cinta Senja dan Pangeran, di tunggu Like Komennya ya.. yang udah ngacak2 lapak Si Endut haturnuhun moga kalian sehat selalu 😘😘***