
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tupuk na Lali lali ndili, Miiiiih... ucat auh auh noh
XyRa dan Amih saling pandang dan tak lama kemudian tertawa bersama. Apapun itu, El akan tetap menggemaskan meski kenyataannya ia usai mengacak-acak kerupuk sampai berserak di lantai. Bocah bermata bulat itu lalu bangun dan memeluk XyRa yang tersenyum padanya.
Anan malah ya, ntal tantik na tebang.
"Iya, Mamih gak marah, tapi El harus bereskan semuanya, Ok."
Iyaaaaaah..
El berjongkok lalu mengambil satu persatu kerupuk yang ia berantaki untuk di masukan lagi kedalam plastik putih, XyRa dan Amih hanya memperhatikan saja yang artinya membiarkan El untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia lakukan.
...Ma'acih ya Miiiih...
Gelak tawa dua wanita di dapur bersih langsung menggema manakala El mengucap kan Terimakasih, seharusnya itu yang di ucapkan oleh XyRa pada putranya yang sudah menyelesaikan apa yang di suruh barusan.
"Sama-sama anak baik, anak gantengnya Mamih," jawab XyRa.
Demoy Miiiih...
"Oh, iya, Mamih lupa, yang ganteng itu Papih ya?"
Iyaaah
Obrolan berhenti sejenak saat Sean datang sepulang sekolah, anak baik nan tampan itu langsung menyalami dan mengajak El ke ruang tengah.
"Abang ganti baju dulu, lalu makan ya, habis itu baru main sama El," titah XyRa yang langsung di iyakan.
Itut.. itut...
Mendengar apa yang di perintahkan Maminya justru Si bocah lucu yang malah berjingkrak ingin ikut ke kamar abangnya di lantai dua, tapi XyRa melarangnya karna takut El jatuh di tangga mengingat anak itu sangat tidak mau diam.
"Tunggu di sini aja ya," ujar XyRa yang langsung membuat El merengut kesal.
"Abang gak lama ganti bajunya, nanti kita makan sama-sama ya," timpal Sean merayu adiknya agar tatak merajuk sampai menangis hanya karna perihal ingin ikut ke kamarnya.
.
.
.
"El mau makan juga?" tanya Amih.
Iya, ma'm
"Pakai sayur ya," kata XyRa sembari mengambil nasi untuk El.
Nda, Mih
"Terus mau apa?" hanya XyRa, Amih dan Sean berbarengan.
Bubus Iyuy
XyRa langsung membuang napas kasar, ada saja maunya El yang kadang di luar menu yang ada di meja makan, memang tak sulit, hanya sekedar dua butir telur rebus tapi jika lama menunggu akan lain lagi inginnya.
"Beneran? Mamih rebusin ya, nanti di makan," ujar XyRa meyakinkan
Ma'am ya, Bang...
"Loh, kok Abang yang makan?" tanya Sean dengan nada protes.
Ya, apa yang tak habis oleh El memang biasanya akan di habiskan oleh Sean, adiknya itu akan memaksa dan merengek pada Sean untuk membuka mulut. Entah sengaja atau tidak tapi rasanya El begitu senang menyuapi Abangnya makan.
XyRa yang mau tak mau akhirnya bangun juga dari duduk untuk merebus dua butir telur, El memang sulit sekali di tebak maunya apa jika sudah menyangkut makanan, jika melihat begini XyRa selalu ingat dengan suaminya saat menghadapi drama ngidam hampir sepanjang kehamilannya dulu, karna Axel sering kali mencari apa yang tak ada di meja makan.
"Ini telurnya, habiskan ya," ucap XyRa sambil meletakan mangkuk kecil di hadapan El.
Iyuy apa?
"Telur ayam dong, El," jawab XyRa.
.
.
.
El mau Iyuy uwek acin..