Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 51


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hatchiiii...


Lintang yang bersin tapi semua orang yang di dalam mobil yang terlonjak kaget mendengarnya.


"Bangun-bangun, makan nasi sama ayam, sama wultel sama jagung manis sama bokoli ijau sama baso sapi tambahin papAy dikit ya," ucap Abang Angkasa sambil mengusap dadanya sendiri.


"Kebiasaan ih, baca Alhamdulillah, Bang. Nanti Aa balas yarhamukallah, bukan bangun bangun makan nasi," omel Si tengah pada kakaknya.


"Lilin nih, Abang kena siram siram bunga kan!"


"Silam Lohan, Bang," sahut Lintang yang sama tak beresnya. Di antaran ketiga keturunan Buaya betina dan kadal jantan memang hanya Fajar yang lurus tanpa drama.


Kedua anak itu pun tertawa, begitu pun dengan orang tuanya.


"Denger tuh kata Aa, Lilin kalau bersin lagi nanti Abang Asha gak boleh bilang kaya tadi ya tapi harus jawab Hamdallah," pesan Ayah Keanu pada ketiga jagoannya.


"Iya, Yah. Tapi ini siapa yang lagi omong Lilin? liat nih tuping Lilin ndut ndutan kan? gelak gelak ndili dia," adunya pada Sang Ayah, dan Embun yang mendengar itu hanya bisa membuang napas kasar.


Meski selalu begitu, tapi wanita tersebut jarang sekali percaya. Lagipula siapa yang akan membicarakan Lintang kecuali merindukan bocah tersebut.


.


.


.


Lain korban tentu lain juga dengan Si Tersangka yang masih asik bermain dalam tenda kediaman Rahardian lainnya.


El dan Sean yang belum di jemput masih anteng bahkan lupa pada Mamih dan Papihnya yang sedang saling memanjakan satu sama lain diatas Ranjang kantor Rahardian Group. Mereka yang banjir keringat baru saja sampai di puncak surga dunia usai pelepasan.


"Kalian mau Ice cream?" tawar Mommy Qia yang datang dengan sebuah nampan di tangannya.


"Mauuuuuu," seru ketiga anak laki-laki tampan yang langsung berjingkrak senang.


"El, mau ice cream gak?"


Mahuuuu


El pun langsung menggelengkan kepalanya. Ia yang begitu menggemaskan menerima apa yang di berikan oleh Abang Sean.


Ninin nda didina?


"Iya dingin, jangan di kunyah ya," jawab Sean.


Iyaaaah.


Tapi bukan El jika tak di kunyah hingga ia kini kedua matanya menyipit dan pipinya semakin memerah.


Ninin iiiiiiih...


Semuanya tertawa melihat ekspresi anak itu yang tak biasa. Sudah berkali-kali di ajarkan untuk cukup di sesap namun kenyataannya El selalu mengunyahnya sampai akhirnya ia harus merasakan sensasi dingin di gigi kecilnya.


Saat yang lain hampir habis bahkan Shaka sudah minta lagi, El justru masih satu wadah penuh dan ia menolak saat Abangnya ingin ikut menghabisi.


"Jangan di buang ya," kata Sean sambil mengelus kepala adiknya.


Bicin yaaaa?


"Iya, di habisin, nanti Ice Creamnya sedih lalu nangis karna gak dihabiskan," jawab anak laki-laki tampan itu.


El pun mengangguk kan kepala, ia ambil satu sendok Ice cream vanila nya itu kemudian ia suapkan kedalam mulutnya sendiri hingga tiga kali dan tiga kali pula ia melakukan ekspresi yang sama seperti sebelumnya dan kini justru semakin terlihat menggemaskan.


"Ayo cepetan, masih banyak tuh, nanti jadi cair gak enak," timpal Sky juga, anak itu memang jauh lebih aman di kediaman Rahardian karna tak ada yang meladeni kerusuhan nya termasuk Shaka jika tak ada Angkasa.


.


.


.


El bicin ya Ecim, anan angis taya Yiyin oh Yiyin...