
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kenapa?" tanya Axel pada Sang istri setelah ia kembali dari pencariannya membeli makan siang.
"Tuh kan, Abang bilang juga apa, Mamih pasti marah soalnya lama-lama," ucap Sean yang juga melayangkan protes.
Bagaimana tak lama, jika yang di beli ada 12 macam dan entah bagaimana memakannya XyRa saja hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Ia sudah benar-benar yakin dengan segala tingkah Axel yang kini punya hobby baru yaitu berburu makanan.
"Kan sekalian, Bang."
"Siapa yang mau habisin segini banyak? sampe kue dan ager ager aja kamu beli," kata XyRa sambil memegang satu persatu hasil gelap mata suaminya.
"Lucu, warna warni itu, Sayang."
Hanya perkara lucu?
Ya, begitulah kini tingkah Axel yang melebihi Sean jika ingin sesuatu harus ada dan tak ingin ada bantahan dari yang ia suruh.
Perut yang lapar akhirnya membuat mereka bertiga makan dengan lahap, meski Sean sudah makan sendiri nyatanya XyRa masih saja gatal menyuapi anak itu.
"Habiskan makananmu dulu, Sayang."
"Ini juga aku sambil makan, Mas." XyRa selalu saja beralasan begitu, padahal ia hanya ingin memastikan jika perut putranya kenyang langsung dari tangannya karna seperti biasa, anak-anak seringkali lama jika menyuap sendiri.
XyRa yang baru menggeser piring kosongnya melirik kearah Axel yang membuka bungkusan Jamur Crispy, padahal Kebab isi daging baru saja dua gigit ia makan, lalu di letakkan lagi.
"Abang cicipi, Pih."
"Nih, enak loh, pakai saos tomat, mayones atau kecap?" tawar Axel yang membuat XyRa melongo tak percaya ketika mendengar apa yang di katakan suaminya.
"Enggak, ini aja," tolak Sean sambil menggeleng.
"Asin ya, Pih," kata Sean yang hanya kuat satu gigitan saja.
"Kan tadi Papih bilang pakai saos."
.
.
.
Hampir satu hari di kantor kini saatnya mereka pulang , XyRa yang di rangkul bahunya oleh Axel adalah Pemandangan yang membuat Karyawati patah hati, pasalnya ada saja yang menunggu dan berusaha mencari perhatian dan kesempatan selama masa Duda Sang General Manager kemarin. Tapi nyali mereka langsung menciut sebab ternyata saingannya adalah Nona Muda Rahardian Wijaya.
"Abang, hati-hati," ujar XyRa saat anak sambung berlarian di parkiran kantor.
"Jangan pulang ya, Mih," teriak Sean saat sudah di depan pintu mobil.
"Mau kemana lagi?" tanya Axel sambil menekan tombol kunci mobil hingga kendaraan itu akhirnya berbunyi.
"Mainan, Mall yuuk," ajaknya sambil berjingkrak, Sean langsung menghampiri XyRa dan melakukan drama rengekan yang tak mungkin di tolak oleh wanita yang kini sedang di peluknya.
Axel yang menggelengkan kepala pertanda ia tak setuju, XyRa harus istirahat sebelum lusa akhirnya mereka harus pulang ke ibu kota.
"Mainan di Mallnya sama kembar 5 aja ya, kita sekarang pulang dulu. Abang kan belum mandi juga," kata XyRa yang paham dan langsung memberi alasan.
Sean yang kecewa hanya bisa mengangguk pasrah, ia tak berani membantah apalagi itu langsung dari mulut Mamih kesayangannya.
"Abang denger kan? ayo sekarang masuk ke mobil," titah Axel pada putranya.
"Iya, Pih."
.
.
.
"Anak pintar, kalau mau main nanti aja ya. Tapi kalau kamu mau cari ceker mercon, boleh lah...