Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 47


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kabar bahagia dan luar biasa tentang kehamilan XyRa benar-benar di sambut bahagia oleh semua orang, ia langsung banjir ucapan selamat dan pastinya doa dari seluruh keluarga Rahardian, Pradipta, Biantara dan Baratha beserta kerabat yang lainnya juga. Tapi tentunya yang paling bahagia disini adalah Axel.


Meski ini anak kedua tapi rasanya seperti anak pertama karna jelas ini hasil pertempuran Ulet bulu jumbonya yang halal. Ia masih saja serasa mimpi dengan perasaan campur aduk sulit di artikan bahkan senyum terluas terus menerus di ujung bibirnya yang pasti semakin menambah ketampanan pria itu.


"Aku akan menjagamu, Sayang." entah sudah berapa kali Axel menciumi kening dan pucuk kepala istrinya.


"Harus, Mas Axel harus menjadi suami siaga untukku," jawab XyRa yang semakin mengeratkan pelukannya.


Perasaan lega mereka rasakan karena tak perlu melakukan program hamil nyatanya rahim wanita itu sudah terisi calon malaikat kecil.


Tak ada yang menyangka karna pasangan tersebut menjalani hari hari mereka dengan biasa dan apa adanya. Sejak awal tak ada niatan menunda dan ingin buru buru juga sebab ada Sean yang masih butuh perhatian juga pelukan.


...Tok.. tok.. tok.....


Suara ketukan pintu membuat Axel dan XyRa saling pandang seolah sama-sama melempar pertanyaan lewat sorot mata.


"Kamu pesan sesuatu, Sayang?"


"Enggak, Mas. Aku gak lagi pengen apa apa," jawab XyRa sama bingungnya.


"Ya sudah, aku buka pintu dulu," ujar Axel yang mengurai pelukan, lalu turun dari ranjang bergegas ke pintu kamar.


Cek lek


Pria tinggi dewasa itu mengernyit dahi saat ia melihat malaikat kecilnya sedanh tersenyum lebar dengan mata teduhnya yang menghangatkan.


"Ada apa?" tanya Axel pada putranya.


Axel yang mendengar permintaan Si calon kakak tentu langsung tersenyum sambil menganggukan kepala.


"Boleh, Sayang," Sahut Axel yang menggeser kakinya agar Sean bisa masuk.


Saking senangnya, Sean berterima kasih sambil berlari menuju ranjang tempat dimana kini Ibu sambungnya berada.


"Sean belum bobo, Nak?" tanya XyRa yang tak menyangka jika anaknya yang barusan mengetuk pintu.


"Mau usap dede bayi dulu, Mih, boleh?" izinnya lagi yang pastinya di iyakan.


XyRa merentangkan tangan pertanda ia ingin di peluk dan Sean langsung memberinya.


"Terima kasih sudah mau menerima adikmu dengan suka cita ya, Sayang," ucap XyRa yang sebenarnya sangat terharu.


Sean yang mengangguk dalam pelukan langsung meletakkan tangannya di perut rata sang ibu sambung XyRa yang berperawakan tinggi semampai nyaris sempurna dan idaman semua wanita memang akan terlihat membuncit meski usia kehamilannya memasuki usia 2 bulan.


Axel yang sudah naik juga ke atas ketempat tidur dan duduk dengan bersandar di punggung ranjang bersiap menyaksikan apa yang akan di lakukan putra sulungnya saat ini pada calon adiknya tersebut. Ia tak pernah menyangka jika Sean sudah paham dan mengerti jika kini ia akan menjadi seorang kakak. Padahal, ia maupun XyRa tak pernah membahas atau bertanya tentang bayi pada Sean karna mereka pikir kapanpun itu waktunya mereka di beri kepercayaan pastinya akan di Terima dengan tangan terbuka. Tapi, hampir satu tahun menunggu nyatanya tak tanda hingga mereka memutuskan untuk program. Namun semua di luar rencana karna malaikat kecil itu sudah ada lebih dulu di dalam rahim XyRa.


"Hallo dede bayi, sudah tidur belum? Abang temen in mau ya," ucap Sean yang membuat kedua mata Papih nya bulat sempurna.


.


.


.


Eh, kok gitu? gak usah, Bang....