
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ituuuuuut...
Teriakan El di teras rumah membuat Si kembar dan Sean menoleh. Mereka yang sudah siap berangkat ke sekolah tentu akan meninggalkan bocah itu di rumah utama tanpa teman.
"Tunggu aja ya, nanti Abang pulang," ucap Sean yang kembali menghampiri kemudian mencium pipi Sang adik. Jangan tanya sebesar apa kasih sayangnya pada El.
Itut, buleh??
"Nda! anak kecil diem di rumah!" Jawab Lintang sedikit berteriak padahal suaranya sudah serak karna habis untuk paduan suara semenjak adik sepupunya itu menginap.
Uin nini ya...
"Iya, tunggu kita pulang ya," sahut Fajar sambil melambaikan tangan sedangkan Angkasa sudah masuk ke dalam mobil.
Drama tabrak pintu kamar yang di lakukan Axel nyatanya membuat tidur Si sulung terganggu, Ia jadi bangun lebih awal dan ikut drama uring uringan tak jelas termasuk hampir mogok sarapan. Untungnya saja para orangtua punya stok sabar luar biasa untuk para bocah tersebut.
Iyaaaaaah, Uin etek nanan nanan Piuh yaaaa..
Lintang yang mendengar apa yang di ucapkan El langsung membulat kan kedua matanya, ia kaget karna ini baru pertama kalinya ada orng yang berani menunggu di tempat semedi nya, yaitu ketek Phiu.
Ayah Keanu yang melihat Si bungsu mau lari lagi kedalam pun langsung di tangkap dan di bawa masuk ke dalam mobil tak perduli anak itu meronta dalam pelukannya.
.
.
.
"Ngegoda banget nih anak," ucap Amih sambil menyerahkan El pada suaminya yang berada di ruang tengah dengan Samudera.
"Kenapa lagi?" tanya Apih yang malah menciumi pipi Si biang rusuh.
Memang tak ada yang di lakukan El, ia sebenarnya anak yang baik layaknya bocah seumurannya. Main mainan miliknya seperti biasa meski sesekali berlarian sesuka hatinya tapi selama ini ia tak ada satu barang pun hancur karnanya. Tapi yang jadi masalah disini tentu bukan tingkahnya tapi CELOTEHnya.
Pertanyaannya selalu mengundang kemurkaan Sang kuncen Akhirat yang tak suka ketenangannya bersama Phiu terganggu.
"El bikin nangis Lilin lagi?" tanya Apih.
Nda, El uin uin ninih
"Anak pintar, nanti kalau sudah besar ikut sekolah juga nya," jawab Apih lagi yang semakin gemas dengan apa yang sudah di ucapkan El.
Iyaaah.. uwah abang tayang El
"Apaaan tuh, Mih?"
"Entah, apa ya?" tanya balik Amih yang sama tak paham nya.
"Sekolah bareng abang sayang El," timpal Phiu Samudera, ia yang sedang selalu bersama Lintang sangat paham dengan bahasa bayi.
Selama tak adanya para kakak sepupu, El bermain dengan Amih atau yang lainnya hingga tak terasa waktu menjemput pun tiba. Kali ini El dan Mhiu Biru akan ke sekolah Si kembar lebih dulu barulah nanti menjemput El sebab mereka memang mengenyam pendidikan di tempat yang berbeda sesuai jarak dekatnya rumah masing-masing.
Mhiu Biru yang seolah ingin mengingat saat saat Embun dan Rain kecil membiarkan El terus berceloteh di dalam Mobil yang akhirnya sampai juga di sekolah Si kembar. Mhiu Biru yang turun lebih dulu langsung menuntun El. Dan tak sampai 10 menit akhirnya anak anak keluar satu persatu begitu juga dengan Angkasa, Fajar dan Lintang. Melihat ketiganya El pun berjingkrak senang, bocah yang ingin sama memakai tas itu langsung tertawa apalagi saat bungsu Lee Rahardian mendekat.
.
.
.
Yiyin, El ada agi....