
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Waduh!" saking paniknya mendengar permintaan Sang putra ia hanya bisa menelan salivanya kuat kuat. Axel yang duduk di depan bersebelahan dengan wanita itu benar-benar tak mau menoleh sama sekali.
Iya tan piiiiiih... Giga ya?? enem uga buweh..
Deg.
Jangan tanya seperti apa hati pria dewasa itu, bingung harus memberi jawaab Axel pun memilih untuk diam.
Sedangkan XyRa terlihat memijit pelipisnya sendiri, jika ingat Maya pernah tidur dengan suaminya saja ia sudah uring uringan, lalu bagaimana jika harus di madu tiga? ups, malah anak itu ingin enam katanya.
"Buat apa banyak banyak?" tanya Sean pada adiknya, ia tahu itu hanya bercanda karna terbukti Abangnya tersebut kini sedang terkekeh.
Uwat ain ain...
"Buat temenin El main?"
Butaaaaaaaaaan... El ai ma abang yaaaa
"Lalu main sama siapa?"
Papiiih..
Lemas langsung dirasakan oleh Axel, ia berdoa dalam hati agar XyRa tak main hati dengan ucapan putra mereka yang luar biasa tersebut. Masih belum ada suara dari wanita itu dan Axel tak bisa menebak apa yang ada di pikiran Sang istri yang akhir akhir ini sangat sensitif jika tentang urusan hubungan mereka.
Dan itu terbukti saat keduanya sudah sampai kerumah dan masuk kedalam kamar, XyRa melempar tasnya secara asal lalu merebahkan diri di tengah ranjang.
Melihat hal tersebut tentu tak membuat Axel diam, ia merangkak di atas tubuh XyRa sambil menaiksn dress wanita itu yang sudah tersingkap setengah paha.
"Aku capek, Pih," gumam XyRa yang masih diam saja, ia tak membalas dan juga menolak sentuhan suaminya.
"Pih--, aku belum bersih bersih," ucap XyRa yang selalu kurang percaya diri melayani suami dalam keadaan sepulang pergi, ia biasanya akan mandi dan berdandan lebih dulu sebelum naik ke atas ranjang.
"Aku mau sekarang, Sayang."
Entah tadi itu penolakan atau memang ia lelah sungguhan, tapi yang Axel mau hanya ingin menyentuh istrinya sekarang juga.
Hingga hal yang seharusnya terjadi untuk pasangan suami istri halal pun akhirnya mereka lakukan.
"Aku mencintaimu," bisik Axel di tengah aksinya memanjakan Si ulat bulu jumbo.
"Jangan terlalu di pikirkan, El hanya akan punya satu Mamih dalam hidupnya," lanjutnya lagi sambil di iringi dengan suara DesaaaAhan, nikmat yang sedang di rasakan pria itu memang tiada tara sampai ia tak bisa untuk menahan apa yang sedang bergejolak dalam dirinya.
"Hem, semoga," sahut XyRa dengan tangan yang mencengkram bahu pria yang kini berada di atasnya tersebut.
"Akan ku pastikan itu, Sayang. Meski kamu bukan istri pertamaku, tapi kamu adalah satu-satunya dan yang pasti terakhir untukku."
XyRa hanya mengangguk pelan, fokusnya terbagi dan salah satunya adalah ia sedang bersiap merasakan pelepasan di puncak surga dunianya, jika sudah begini ia akan lupa dengan segala yang membuatnya kecewa. Axel benar-benar tahu caranya membuat ia bahagia lahir bathin di tengah penatnya mengurus dua anak laki-laki yang aktif dalam segala hal termasuk celotehan yang kadang tak masuk akal.
"Terimakasih," bisik Axel saat ia turun dari atas tubuh polos XyRa yang banjir keringat. Keduanya tidur dalam posisi terlentang dengan napas yang masih berburu, tapi Axel yang langsung menoleh kearah pintu saat ia mendengar benda tersebut di ketuk dengan sangat keras.
.
.
.
.
Piiiiih.... Butaaaaa... El mau bobo iiiih....