
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sean yang berada di samping mamahnya terus merajuk memohon untuk cepat bangun dan ikut pulang bersamanya. Bocah itu rindu pelukan dan ciuman wanita yang ia sayangi lebih dari dirinya sendiri.
"Mih, Abang janji gak nakal, Abang udah jagin El loh, ayo buka matanya. Abang kangen," ucapnya lirih di sela isak tangis.
Siapapun yang melihat Sean pasti sedih begitu pun dengan Amih yang kembali berurai air mata.
"Nanti Mamih bangun kok, Abang do'ain terus ya," ucap Axel yang semakin merasa terpukul.
Sean hanya mengangguk, jika sudah di rumah sakit begini jangan harap ia mau menjauh dari Mamihnya. Lalu dimana, El?
Bobo agi ya??
Menurut bocah itu, Mamihnya sedang kembali tertidur. Ia tak paham jika wanita yang melahirkannya tersebut justru belum bangun dari beberapa hari yang lalu.
Tak kalah sedihnya dengan Sean, El pun mendekat meski tak pernah lama sebab fokus ia selalu terbagi dengan hal yang lain, termasuk saat ada mainan atau saat ada yang mengajaknya bermain.
"Yuk, sama Uncle," ajak ArXy yang hidupnya jadi kacau selama Sang adik tak sadarkan diri karna mau tak mau sebagai anak kembar ia merasakan sedikit yang dirasakan oleh XyRa.
"Mau di bawa kemana?" tanya Amih.
"Ke kantin, aku mau cari kopi, Mih."
ArXy yang tak mau melihat El menangis lebih baik membawa bocah itu keluar, cukup Sean saja yang merasa terpukul karna memang anak itu sudah paham. Tapi untuk El?
Ia pasti juga merasakan apa yang sedang terjadi bedanya ia tak bisa mengungkapkan. Tangisnya tak jelas ingin dan mau apa.
Di gandengnya El mulai dari ruang rawat inap sampai Lift karna El tak mau di gendong. Ia yang jadi tak seceria biasanya dan itu sangat dirasakan oleh keluarga.
Akel tupi tupi?
"Hem, Topi?" tanya balik ArXy bingung.
Tugasnya selama ini hanya membuat bocah itu menangis atau menjahili sampai XyRa berteriak kesal. Dan kini, ia rindu saat saat seperti itu. Rindu XyRa yang marah sampai ada drama kejar kejaran.
Tupiiiiiii
"Topi apa?" ArXy yang tak paham bingung harus bertanya pada siapa. Saat yang lain sudah punya pawangnya masing-masing dan beberapa buntut ArXy masih betah menikmati kesendiriannya.
"Mau minum apa? eskrim atau jus?" tawar ArXy.
Jujus
"Nah, kalau ini Uncle paham, jangan susah susah ya ngomongnya, pusing," mohon ArXy sambil terkekeh sampai pelayanan pun melakukan hal yang sama.
Ucing?
"Iya, Pusing ya. Bukan Ucing ntar di sangka Uncle BumBum itu miongnya," jawab ArXy lagi.
"Oh, iya. Mau jus apa tadi?"
Jujus Ucing..
ArXy yang bingung langsung mengernyitkan dahinya, perkata Tupi saja belum terjawab sudah ada kata baru lagi yang membuat kepalanya berdenyut, tapi ia harus berpikir keras agar Si pelayan cepat membuat pesanan mereka karna tak hanya mengantuk ArXy juga sedikit lapar.
"Ayo El, mau Jus apa?" tanya ulang pria itu.
Jujus Ucing.
"Gak yang namanya jus Pusing, El"
Noh, nuning nuning anjang...
"Kuning, Panjang?" gumam ArXy yang terus memutar otak.
Iyaaaaaah.
.
.
.
"Itu sih Pisang Woy!!!"