Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Seasin 2 # 59


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari yang paling membahagiakan dalam hidup XyRa kembali lagi dimana ia sedang mengingat bagaimana nikmatnya saat proses melahirkan El beberapa tahun yang lalu.


Ya, hari ini RaXel Rahardian Wijaya sedang berulang tahun dan rencananya akan di rayakan di rumah mereka meski hanya dengan para saudaranya saja sebab itu pun sudah banyak, esoknya barulah mereka akan memberi santunan ke Panti asuhan seperti biasa.


Tanpa pesta, cukup doa saja sebab menghargai perasaan anak yatim piatu yang kurang beruntung perihal kasih sayang orang tua.


"Kuenya mau di antar kapan?" tanya Amih pada putrinya di ruang tengah.


"Sore ini, Mih. Nanti mereka yang kesini," jawab XyRa.


"Ya sudah, berarti nanti Embun tak perlu mampir ke toko," sahut Amih lagi.


"Iya, tak perlu. Suruh Ta Buy langsung kemari saja sama Si kembar."


Yiyin ninih, Mih?


"Iya, Lilin kesini, makanya ayo habiskan susunya dulu," titah wanita itu pada putra keduanya tersebut meski kenyataannya Sean hanya anak sambung yang di bawa oleh Sang suami.


Iya, Miiiiiih.. Nih abis abis bial tuat yaaaa..


"Kuat apa?" tanya Axel dengan tampang herannya.


"Kuat nangisin Si Lilin," jawab Amih sambil tertawa begitu pun dengan yang lain sedangkan El malah senyum senyum penuh arti sebab otaknya kini sedang berpeluang mencari cara yang bisa ia lakukan nanti.


Decor ala ala pesta ulang tahun khas anak anak sudah hampir selesai. Layaknya bocah pada umumnya, El begitu senang sampai ia tak berhenri berjoged.


Doyang doyang utel utel aju aju undul undul


Doyang doyang utel utel lili lili nanan nanan.


Siapapun yang melihat tingkah anak itu pasti senang karena untuk membayangkannya saja sudah bisa membuat senyum senyum sendiri.


"Awas kena meja, El," ucap Sean yang ngeri sendiri karna adiknya tak mau diam.


Belum juga menjawab, ternyata teriakan Si kembar terdengar cukup nyaring hingga membuat kedua bocah itu menoleh.


Danteng ntu Papiiiiiiih...


"Gak! yang ganteng itu Abang," jawab Angkasa yang kemudian menarik tangan Sean untuk di ajak bermain.


Kini tinggal giliran Fajar yang mendekat, ia berjalan dengan sangat tenang menghampiri El yang merengut, sama seperti Angkasa yang kekeuh tentu baginya yang ganteng hanya papihnya saja.


"Demoy kenapa?" tanya Si tengah.


Abang Asha akal ya....


"Haha, kalau nakal mau masukin ke Neraka gak?" goda Fajar yang gemas pada El karna pada adiknya sendiri ia seringnya justru di buat pusing.


Yiyin! Yiyin mana?


El yang mendengar kata Neraka baru ingat dengan sosok Lintang yang tak dilihatnya sampai ia bertanya pada Fajar.


"Tuh, Lilin," jawab Fajar sambil menunjuk pada Si bungsu yang sepertinya sedang asik sendiri.


Dengan senyum mengembang di wajah menggemaskan El, bocah itu pun berlari kearah Lintang.


Yiyin... oh.... Yiyin


"Gak mau main," cetus Lintang langsung yang hanya menoleh sekilas.


Au apa?


"Mau El sana'an, awas nih, ntal balonnya betus," jawab Si bungau Lee Rahardian.


Doooooool...


El yang berteriak tiba-tiba dan cukup kencang tentu mengagetkan Lintang sampai Si anak tampan itu mengelus dadanya sendiri.


"Bisa diem nda? kaget tahuuuuu," omel Lintang yang gemas bercampur kesal pada Si anak kecil.


El mahu cekel ayam nda mahu tahuuu...