Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2#54


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Doyang- doyang... utel utel.. demoy demoy...


El yang anteng di ruang keluarga tepatnya di depan TV besar terus saja bergoyang sambil memutarkan tubuhnya. Bocah tampan itu bernyanyi sesukanya padahal acara yang ia tonton kartun biasa. Itulah El, bocah riang yang jarang menangis tapi justru membuat orang lain menangis karna je jahilannya yang membuat para orang tua hanya bisa mengusap dada saat melihat tingkahnya terutama saat berada di rumah utama.


"El---, minum susu, Sayang," tawar Mamih XyRa yang datang menghampiri putra bungsunya yang sedang di temani oleh salah satu pelayan di rumah mewahnya itu.


Mauuu, susyu toklat ya...


XyRa yang mendengar hal tersebut langsung mengernyitkan dahi, sejak kapan anak itu ingin susu coklat?


"El gak ada susu coklat," jawab XyRa yang mengusap sayang anaknya itu.


Biyiiii yuuuuk.


XyRa yang diam nampak berpikir sejenak, ia lihat jam yang tepat ada diatas Tv kemudian menganggukkan Kepala.


"Hem, Ok. sambil jemput Abang ya," ujar wanita cantik itu yang di jawab dengan anggukan kepala dan juga tepui tangan dari El tanda ia setuju dengan ajakan Sang Mamih.


"Mbak, nanti gak usah siapin makan siang ya, Saya sama anak anak nanti makan di Mall sekalian beli susu untuk El," pesan XyRa pada salah satu ART yang menemi putranya di ruang tengah selama ia menerima telepon dari Amihnya.


Tak hanya itu, ia juga harus pamit pada suaminya sebelum nanti menggati pakaian ia dan juga El, tak lupa membawa serta baju salin untuk Sean.


.


.


.


Selama perjalanan, El terus berceloteh tentang apapun termasuk apa yang ia lihat. Entah itu sebuah bangunan atau sesama kendaraan yang berlalu lalang.


Mbing anjaang mahu mana?


"Itu mobil Bus, Sayang," sahut XyRa yang ada di kursi belakang, kini ia jarang sekali membawa mobil jika tak sedang sendiri, masih ada sedikit trauma yang ia rasakan setelah kecelakaan beberapa tahun lalu.


Anak tampan itu senang saat Mamih dan El yang menjemput karna seperti anak-anak pada umumnya ia akan semakin senang saat di bawa pergi main saat pulang sekolah.


Mahu biyi susyu toklat loooh...


"Susunya ganti?" tanya Sean yang berganti melirik kearah Mamih nya.


"Gak tau, tiba-tiba pengen susu coklat," sahut XyRa pada Si sulung. Apapun status anak itu Sean tetap sulung juga bagi XyRa meski ia tak merasa melahirkan anak itu.


Mobil langsung melaju ke arah sebuah Mall yang tak jauh dari sekolah Sean, dan saat sudah sampai itulah El yang justru tak sabar ingin masuk kedalam bangunan mewah itu, jika sudah begitu XyRa harus lebih ekstra sabar menjaga anaknya tersebut.


"El, ayo." XyRa yang menuntun mengajak anaknya itu kearah swalayan tapi El menolak, ia malah berjalan ke kerumunan orang banyak.


Tuh apaaaa?


"Gak ada apa-apa, El. Ayo nanti kita makan siang," ajak XyRa lagi.


Banak banak ya?


"Iya, banyak orang, nanti El hilang kalau ikutan disana juga."


Iyang mana?


"Hem, kemana ya?" tanya balik XyRa yang bingung sendiri harus menjawab apa.


Sedangkan Sean malah tertawa kecil, ia tahu jika adiknya itu memang bawel luar biasa.


.


.


.


Nerakanya Lilin mungkin.