Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2 # 01


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tatuuuuut..


RaXel Rahardian Wijaya, bocah berumur 24 bulan itu langsung berlari memeluk Mamihnya saat di kejar oleh Sean, Abang kesayangan El.


Dua tahun sudah mereka akhirnya tinggal di ibu kota, Axel mengalah demi kesempurnaan rumah tangganya. Pernikahan kedua yang di inginkan untuk jadi yang terakhir ini semakin terasa bahagia dan lengkap seiring gelak tawa El.


"Takut apa?" tanya XyRa yang ikut tertawa


Tatep... tatep...


"Abang buka tangkep, tapi mau peluk El," jawab XyRa yang akhirnya memangku putra kandungnya tersebut.


Iyuk?


"Iya, sini Abang peluk," timpal Sean yang mendekat.


Adakah yang lebih bahagia yang di rasakan seorang ibu kecuali melihat kedua anaknya begitu akur dan menggemaskan seperti ini?


XyRa begitu menikmati perannya menjadi wanita sempurna, ia hanya bisa terus bersyukur karna di kelilingi tiga pria tampan dan baik.


Hari-harinya jauh lebih berwarna meski tak bohong rasanya jika ia pun semakin repot. El yang aktif sulit sekali di asuh jika hanya seorang sendiri. Beruntungnya Sean selalu ikut menjaga jika di rumah, keduanya berjauhan hanya saat Si sulung sedang mengerjakan tugas sekolahnya karena ia kini bukan lagi duduk di taman kanak-kanak.


"Mau minum susu gak?" tawar XyRa pada El yang cuma angguk angguk


Nda...


"Kalau enggak itu geleng-geleng, bukan angguk angguk, De" kata Sean tertawa, rasanya tak ada tingkah El yang tak mengocok perut.


Baru 3 minggu lalu anak itu lepas ASI dan XyRa memang menepati janjinya dulu meski harus mengorbankan suaminya yang kadang sering uring-uringan.


Mauuuuuu, nda.


"Mau gak sih?" tanya XyRa lagi memastikan.


Iyaaah.


XyRa yang bangun dari duduk pun membuat Sean mendekat kearah adiknya, itu berarti ia harus menjaga El saat Sang Mamih membuat kan susu.


Tayang Abang, tayang Mamih, tayang Papih tayang El...


Ama ama


XyRa yang mendengar celoteh dua anaknya sungguh sangat bangga sebab bisa mengakurkan dua anak laki-lakinya itu secara baik, ia seolah berhasil membuat Sean tak cemburu apa lagi merasa di abaikan karna Mamih dan Papihnya selalu berusaha adil, adil tak tak harus sama rata tapi cukup sesuai dengan porsi dan kebutuhan masing masing.


"Ini susunya, habiskan ya," titah XyRa sambil menyodorkan sebuah botol susu berukiran besar pada El.


Abang mahuuuuuu..


"Enggak, Dede El aja," sahut Sean sambil tertawa.


El yang asik dengan susunya sedangkan Sean sibuk kembali dengan mainannya, kini tinggal XyRa yang tiba tiba-tiba terlonjak kaget karna tubuhnya di peluk dari belakang.


"Loh, sudah pulang?" tanya XyRa sedikit menoleh.


"Hem, cuma lewat aja. Nanti balik lagi, Mih."


"Mau apa?"


"Mau peluk, aku kangen," jawab Axel yang menjatuhkan kepalanya di bahu kanan istrinya.


Pagi tadi ia memang tak di antar wanita itu sampai teras sebab mengurus El yang tiba tiba-tiba muntah, serasa ada yang lain pada harinya membuat Axel ingin sekali cepat pulang.


"Padahal sebentar lagi, emang gak sibuk?" tanya XyRa.


"Lumayan, tapi aku lebih sibuk mikirin kamu, Mih."


XyRa tersenyum simpul, ia tak bisa berontak maupun menghindar karna seperti ini saja katanya sudah bisa melebur segala lelah yang di rasakan suaminya usai seharian mencari nafkah di kantor.


.


.


.


Mamih Tatep Tatep ya?


[ tangkep]