Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 59


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Mas, ini pesananmu?" tanya XyRa langsung saat suaminya sudah kembali.


"Eh, kok banyak banget? padahal aku iseng tapi kok di bikinin," bisik pria itu pura pura kaget tapi malah ada senyum di ujung bibirnya yang mencurigakan.


XyRa tak mau ambil pusing, yang penting semua harus habis sebab ia tak suka segala sesuatu yang bersifat mubazir nantinya.


Semua makan dengan lahap termasuk Sean yang nyatanya kekenyangan sebab ini jauh dari porsinya.


"Gak habis, Bang?" tanya Axel saat melirik mangkuk mie instan milik Sang putra.


"Hem, banyak banget," jawab Sean.


"Sayang loh, Bang." Axel berucap sambil menarik makanan Sean yang masih serengah porsi.


Dan itu langsung membuat XyRa menghentikan kunyahan nya karna ia langsung menoleh ke arah Sang suami.


"Masih mau di abisin juga punya Abang?"


"Kamu mau?" Axel malah balik bertanya, dan XyRa langsung menggelengkan kepalanya.


Kini, hanya tersisa beberapa potong martabak telor yang belum di habiskan oleh Axel. Ia benar-benar tak berhenti mengunyah padahal sudah mengeluh kenyang dan sakit perut.


"Mau di bawa juga?"


"Iya, buat di jalan," kekeh Axel sambil membungkus sisa makanannya.


.


.


.


Sampai di rumah, XyRa akan langsung ke kamar Sean lebih dulu untuk membantu anaknya membersihkan dan mengganti pakaian lalu setelah menemani anak itu tidur. Biasanya, jika sehabis pergi sedari sore sepertu ini Sean akan lebih cepat terlelap.


Dan benar saja, baru kurang lebih 15 menit ia mendekap Si anak sambung nyatanya sudah ter dengar dengkuran halus dari Sean pertanda ia sudah terbuai mimpi yang di harapkan XyRa selalu indah dan kelak menjadi nyata.


"Mamih sayang banget sama Abang, Terima kasih sudah mengajar kan Mamih menjadi ibu ya, Nak. Abang akan jadi yang terbaik bagi Mamih." XyRa langsung mencium kening dan kedua pipi Sean sebelum ia kembali ke kamarnya sendiri. Selalu saja ada rasa haru jika sudah melihat anak itu terlelap.


XyRa masuk kedalam kamarnya yang memang bersebelahan dengan Sean. Ia menghentikan langkahnya sejenak saat melihat Axel ternyata sudah tidur terlentang tanpa membersihkan tubuhnya apalagi mengenti pakaiannya juga.


"Apa-apaan ini? kenapa bisa kalah sama anaknya sih?" oceh XyRa yang tak mau tidur dengan keadaan suaminya belum bersih bersih.


"Mas bangun, ayo mandi dulu atau kamu tidur di luar, " ancam XyRa sambil mengguncang tubuh suaminya tersebut agar cepat bangun.


Tapi, bukan segera membuka mata Axel malah mengeratkan pelukan pada bantal gulingnya dan itu sontak mrmbuat XyRa yang terkenal kebersihannya berteriak kesal.


"Apa? kenapa?" tanya Axel kaget, ia bangun dan langsung duduk.


"Mandi, Mas!" titah XyRa lagi dengan nada kesal.


"Hem, iya." dengan kedua mata merah pria itu turun dari ranjang menuju kamar mandi dengan langkah terseok.


Sedangkan XyRa yang merasa perutnya tak nyaman langsung meminum obatnya.


Selang beberapa waktu, kini saatnya XyRa yang bergantian yang membersihkan diri. Dan setelahnya mereka pun mulai bersiap untuk tidur.


"Jangan lagi kaya gini, masa iya kalah sama Abang," pesan XyRa saat ia sudah ada di dalam dekapan suaminya.


"Iya, maaf. Aku ngantuk banget. Niat cuma rebahan taunya mimpi," jawab Axel sambil terkekeh agar istrinya tak lagi merajuk.


"Ya udah tidur, aku capek," balas XyRa yang mencari posisi nyaman untuknya.


"Sayang--," panggil Axel setelah 15 menit.


"Apa sih?"


.


.


.


Sisa martabak telor dimana? aku laper.