Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 09


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Oang-oang, SOANG gitu, El." Axel langsung menimpali, kali ini ia cukur pintar karna tak perlu bertanya pada istrinya.


Tapi entah jika tak ada kata Lenang di awal yang artinya ia juga tahu yaitu berenang, mungkin saja otaknya sedang berpikir keras saat ini.


Iya, Oang oang lenang ama ama baleng baleng.


"Berenang sama-samanya di rumah aja ya," sahut XyRa, jika yang satu ini ia jarang menuruti dari jamannya Sean kecil. Wanita itu jauh lebih suka berenang di rumah karna jauh lebih aman. Lagipula ada kolam renang di rumah mereka yang bisa di pakai kapan pun itu.


Yuk Abang yuk..


"Iya, nanti kita berenang ya," sahut Sean, ia tak pernah menolak apapun ajakan adiknya termasuk saat ingin bermain.


El yang lelah ternyata terlelap diatas pangkuan Sean, dan di waktu yang sama kehening pun mulai terasa karna hanya XyRa dan Axel saja yang mengobrol berdua.


"Bang, berat ya? El pindahin ke Mamih ya,"


"Gak apa-apa, Mih. Sebentar lagi juga sampai," jawab Sean Si baik hati dan penyayang.


Waktu pulang yang memang jauh lebih cepat dari berangkat membuat mobil Axel kini sudah masuk kedalam garasi rumah, disana ada 3 mobil lainnya yan sesuai kebutuhan sehari-hari para penghuninya.


Satu untuk ke kantor, satu untuk XyRa berpergian termasuk antar jemput Sean sekolah, satu untuk jalan-jalan yang ukurannya jauh lebih besar dan satu lagi khusus ART belanja. Tak ada koleksi mobil mewah yang di miliki keluarga Rahardian kecuali yang di pakai.


"Mas bawa El ke kamar ya, aku urus Abang Sean," titah XyRa, mereka memang selalu kompak dalam segala hal termasuk mengurus anak.


"Iya, tapi jangan lama-lama ya," jawab Axel sedikit memohon sebab ada sesuatu yang ingin ia lakukan pasa istrinya.


Ceklek


Pintu di buka Sean cukup keras sedang XyRa hanya mengikuti langkah anak itu dari belakang.


"Iya, Mih."


Kurang lebih 15 menit Sean keluar dari ruang ganti sudah lengkap dengan baju piyama di tubuhnya. Kini ia siap tidur sambil di temani Mamihnya sebentar.


"Mih---," panggil Sean saat selimut tebal sudah menutupi tubuhnya hingga sepinggang.


"Ada apa?" tanya XyRa, dari tatapan mata Anaknya seperti ada yang ingin ia bicarakan.


"Tadi pagi, Mamih Maya kan telepon minta Abang kerumahnya, besok kalau telepon lagi tolong bilang nanti aja, boleh?" pinta Sean. Hubungannya dengan Sang ibu kandung memang tak pernah jauh lebih baik apalagi saat Sean tahu jika Mamihnya itu sudah menikah lagi, itu malah membuatnya tenang sebab wanita itu sudah ada yang menjaga saat ini dan selamanya.


"Abang--,"


"Abang mohon, Mih. Abang sayang Mamih," potong Sean dengan mata berkaca-kaca.


"Harus sayang Mamih Maya juga ya, Kami sama untukmu, tolong jangan di bedakan, Ok," ujar XyRa memeberi pengertian sebab ia tak ingin di hujat sebagai pemisahan anak dan ibu meski kenyataannya menang Sean yang tak pernah mau sejak awal.


"Iya, Mih. Abang sayang semua," sahutnya pelan.


"Ya sudah, sekarang Abang istirahat ya. Abang pasti capek. Semoga mimpi indah, Mamih sayang Abang," ucap XyRa setelah mencium seluruh wajah Si sulung.


.


.


.


Abang lebih sayang Mamih... Mamih dunia yang paling indah yang Abang punya...