Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 64


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ya Tuhan, ini ruang kerja atau MiniMarket?"


XyRa yang kaget benar-benar tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Terakhir saat kemari semua masih aman dan rapih. Tapi kini?


"Apa ini? kue Lupis?" gumamnya saat melihat Si hijau yang sisa satu tepat di samping Laptop Axel yang tertutup.


Langkahnya berlanjut kearah dua rak yang sepertinya baru di dalam ruangan tersebut, benda setinggi dada XyRa itu terdapat banyak cemilan termasuk permen mulai dari rasa coklat, mint hingga yang asam, membayangkannya saja XyRa sudah merinding. Dan tak hanya itu, snack, biskuit, keripik dan kerupuk pun tersusun rapih. Wajahnya juga langsung menoleh tepat ke pojokan ruangan yang ada Lemari pendingin. XyRa juga masih ingat betul jika benda itu belum ada sebelumnya. Berbagai minuman botol dan kaleng terasa dingin dan menyegarkan apalagi ada beberapa macam jus dengan segala rasa buah.


"Ini gimana konsepnya sih?"


Cek lek


"Sayang--," panggil Axel yang baru masuk, ia yang tahu sang istri ada di ruangannya tentu langsung bergeras kembali.


"Mas, ini kok jadi gimana? kamu jualan atau gimana?" tanya XyRa


Kurang lebih satu tahun bersama, baru kali ini ia melihat keanehan yang ada pada diri suaminya. Kantor yang seharusnya menjadi ruang kerja kini di sulap mirip minimarket dengan jejeran makanan ringan.


"Dan ini, mirip seperti ruang tengah rumah kita," tambah XyRa saat menghampiri meja sofa untuk tamu.


Bagaimana wanita itu tak bingung, ada 8 toples kaca tersusun rapih juga dengan berbagai kue kering dan coklat.


"Hem, itu---, itu buat kalau ada klien, Sayang," jawab Axel sambil mengusap tengkuknya.


"Pipimu bulat, Mas." XyRa yang mendekat langsung mengusap wajah suaminya yang baru ia sadari separti anak bayi.


"Benarkah?"


XyRa pun mengangguk, ia peluk tubuh Axel dengan cara mengalungkan tangan di leher sang suami agar bisa leluasa berbisik untuk meluapkan perasaannya saat ini.


"Terima kasih sudah sangat mencintaiku. Aku terharu sebagai istri," ucap XyRa dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Maksudmu?" tanya Axel tak paham.


Saat Maya mengandung Sean, ia tak pernah merasakan apa apa, tapi saat XyRa yang hamil justru kesehariannya jauh berbeda.


"Mungkin kita sedang merasakan kehamilan simpatik, aku yang hamil dan kamu yang ngidam. Aku dan kamu sedang berbagi untuk anak kita ini, Mas."


"Memang ada yang seperti itu?" tanya Axel lagi sebagai seorang ayah yang tak punya pengalaman.


Axel yang baru paham dengan yang di katakan istrinya semakin mengeratkan pelukan. Satu tetes air mata jatuh saat bayangan Dave terlintas begitu saja, sebab ungkapan Terima kasih tak hentinya di suarakan Axel untuk sepupunya itu dalam hati.


"Aku bangga menjadi salah satu dari mereka, dan ku pastikan kamu akan selalu menjadi Ratu dalam hidup dan hatiku."


Pernikahan bukan hanya sekedar janji sehidup semati, tapi juga belajar membenahi diri untuk ke yang lebih baik bersama. Rasa tanggung jawab pun tentu sangat di perlukan terutama bagi seorang suami yang mencintai anak dan istri.


Sekali saja membuat istri tertawa bahagia, kelancaran usaha dan pintu rejeki akan terbuka lebar. Bahagiakanlah istri jauh seperti saat belum di nikahi, sebab sebagai tulang rusuk tentu ia meluruskan bagian yang bengkok pada diri suami.


"Kamu sudah kerumah sakit? apa kata dokter?" tanya Axel setelah ia membawa XyRa duduk di sofa.


"Sudah, aku habis dari sana. Semua hasilnya baik tapi aku tak di anjurkan naik pesawat, akan sangat beresiko nantinya mengingat ini juga kehamilan pertamaku, Mas," jawab XyRa yang sebenarnya sedikit kecewa.


"Ya sudah, nanti kita bawa mobil ke sana. Tak apa, nanti bisa istirahat sesuka hatimu, Ok."


Tentu ini bukan hanya tentang keinginan Sean saja, tapi memang XyRa juga rindu kebersamaan dengan para sepupu dah juga melihat tingkah lucu nan menggemaskan keponakannya yang begitu banyak.


Ya, banyak karna Rahardian bagai seekor kucing ya sekali melahirkan seringnya lebih dari satu. Dan itu tentu tak lepas dari rasa percaya Tuhan pada keluarganya hingga berani memberikan begitu banyak keturunan.


"Iya, tak apa. Aku juga tak ingin ambil resiko, Mas."


"Tadi di periksa lagi kan? bagaimana, sudah terlihat jenis kelaminnya?" tanya Axel antusias padahal ia tak memikirkan hal tersebut, karna apapun itu akan sama saja selagi sehat dan tak kurang dari apapun.


"Belum, Mas. Masih detak jantung saja yang terdengar. Untuk jenis kelamin dan jumlah bayi masih lama untuk memprediksinya," jelas XyRa lagi. Tak hanya Sang suami sebab ia pun sama tak sabarnya.


"Ku kira sudah, katanya Sean juga ingin adik kembar, benarkah?"


"Iya, tadi sudah ku tanyakan, tapi dokter belum bisa memastikan. Lebih baik nanti saja saat sudah trimester kedua untuk hasil yang akurat, karena--," ucap XyRa pelan dan malah memotong ucapanya sendiri.


"Karena apa, Sayang?" tanya Axel penasaran. Ada raut cemas dan khawatir di wajahnya yang tampan dan itu malah membuat XyRa tertawa sebab ia tak ada maksud menakuti sama sekali.


.


.


.


Karna semua ibu hamil tak sama, kita tak bisa membandingkan satu sama lain meski sama sama wanita.. Jangankan dengan orang lain, dengan diri sendiri saja di kehamilan pertama kedua dan seterusnya pasti berbeda. Semua wanita punya ceritanya sendiri sendiri , cukup diam, pahami dan ambil pengalamannya saja...