Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 57


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


XyRa yang sudah selesai dengan urusannya di kediaman Biantara langsung mengajak kedua putranya untuk pulang tapi bukan El jika langsung menurut saat ia sedang asik dengan dunianya.


Ninih aja, anan puwang.


"Lah, tadi katanya pengen pulang bawa Uler," kata Heaven sambil terkekeh.


Oh iya yaaaa, yuk puwang yuuuk


Mendengar jawaban El semua tentu tertawa gemas, anak itu memang benar benar memberi warna di setiap tempat dan keadaan.


Bawa ulelnya yaaaa


"Eh, jangan dong, itukan punya Uncle."


Uwat Yiyin, Miiiih..


"Duh, gak bisa bayangin deh ntar nangisnya kaya apa, kasih yang lain aja ya," kata XyRa sembari merayu El untuk melepaskan ular dari tangannya. Anak itu tak takut sama sekali seakan itu adalah anak kucing yang sedang ia mainkan.


Apa ntal Yiyin angis ya?


"Iya, ntar ada gempa dadakan di rumah utama," kekeh Heaven yang gemas dengan keponakannya tersebut.


Mahu... mahu.. mahu...


Teriakan senang sambil bertepuk tangan membuat XyRa, Heaven dan Sean membuang napas kasar.


Tapi Sang Mamih tetap mengajak kedua anaknya untuk pulang karna sudah berjanji untuk makan malam bersama dengan suaminya di rumah.


XyRa pun berpamitan dari kediaman Biantara menuju rumahnya sendiri yang ia tinggali dengan keluarga kecilnya yang bahagia dan hangat.


.


.


.


Sampai disana ternyata Axel sudah sampai dan itu membuat XyRa kaget saat masuk kedalam kamarnya bersama El.


"Pih, udah pulang?"


"Iya, aku gak enak badan, kenapa ya?" tanya Axel bingung dengan tubuhnya hari ini.


"Loh, Papih sakit?" Dengan paniknya XyRa langsung mendekat dan menangkup wajah suaminya dengan kedua tangan.


"Enggak, cuma sedikit pusing aja, Sayang," jawab Axel yang malah mencium kening istrinya itu agar tenang dan tak lagi panik.


El yang paham dengan yang di obrolkan Mamih dan papihnya langsung berjalan dengan sedikit berlari menuju salah satu laci yang ada di rak sudut kamar. Ia buka laci tersebut dan membawa satu botol kecil kearah Orang-tuanya.


Papih num jeluk, mau??


"Ini bukan untuk Papih, tapi untuk El," sahut Axel


Ama ama Papih... uwat Papih nda apa-apa yaaaa...


"Masa Papih dikasih obat rasa jeruk," kekeh XyRa yang gemas tapi tak lama ia berlalu menuju ke tempat tadi El datangi.


Sedangkan Axel yang kepalanya semakin berdenyut memilih ke sofa yang di ikuti oleh El.


XyRa memberikan beberapa butir obat dan segelas air putih hangat untuk di minum Axel agar pria itu jauh sedikit lebih baik.


Nih apa? banak banak banet?


"Ini obat untuk Papih," sahut XyRa.


Acem nda?


"Enggak, ini pahit," kali ini Axel yang menyahut.


Nih aja, lasa lasa jeluk, enaaaaaaak


"Beda, Sayang," jawab Axel lagi, ia yang mau meminum obatnya harus ditahan untuk menjawab pertanyaan El.


Nih ada bapah? atu... uwa.. giga.. giga ya?


"Iya, obatnya ada tiga, El mau?"


Nda nanas nih.


El yang memegang dahinya sendiri membuat Axel tertawa kecil lalu mencium gemas pipi putra keduanya tersebut.


Nda nanas kan?


"Hem, iya."


Nih nuning yaaaa?


"Iya, ini warna kuning, El," jawab Axel.


Nih---,


"El, bisa diem dulu gak? Papih kapan minum obatnya?" ucap kesal Axel.


.


.


.


Becok...