Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 67


🍂🍂🍂🍂


Lusa yang di tunggu tiba, Sean sudah bersiap dari pagi sekali karna mereka berencana akan pergi setelah sarapan, bahkan anak itu sampai tak tidur di kamarnya karna takut Mamih nya lupa membangunan padahal jelas itu tak mungkin terjadi. Sedangkan Axel yang masih meringkuk memeluk guling terus saja di bangunkan hingga di tarik oleh Si calon kakak yang tak sabar ingin bertemu dengan kembar 5.


Dari yang XyRa dan Axel dengar semalam mereka akan bermain di rumah utama, Shaka dan Sky akan menyusul saat Sean sudah datang nanti. Jadi tak salah jika anak itu begitu sangat antusias sekali ingin cepat pergi sekarang juga.


"Mamih masih mandi, Bang. Sabar."


"Mandi bedua, kan biasanya gitu," jawab Sean yang langsung membuat papihnya membulatkan mata.


Ya, Sean memang sudah beberapa kali memergoki orangtuanya keluar dari kamar mandi bersamaan atau bergantian, dan otak polosnya tentu hanya tahu jika Mamih dan Papihnya sudah selesai mandi padahal ada ritual menyenangkan sebelum membersihkan diri.


"Nanti aja, Abang liat lagi sana mana yang mau di bawa," titah Axel yang sebenarnya sedang nyeri di bagian dua kepala, yang atas dan bawah.


Tak hanya napsu makannya saja yang meningkat karna napsu Hiya Hiya Ninu Ninu nya pun sama luar biasanya. Dan semalam yang seharusnya mereka Closingan ternyata Sean malah ingin tidur bersama, pria itu jika sudah di rumah utama akan sulit bersama sang istri meski hanya sekedar mencolek pinggangnya. Ada saja kesibukan yang mereka lakukan di rumah megah tersebut.


Axel dengan para pria Rahardian, sedangkan XyRa pasti akan di kuasai oleh anak dan para keponakannya yang begitu banyak.


.


.


.


Selama perjalanan menuju ibu kota, mobil yang mereka tumpangi memang beberapa kali berhenti tapi bukan karna XyRa lelah atau pegal melainkan karna Axel yang terus terusan jajan di rest area atau pun jalan biasa.


"Cabenya banyakin ya, Bang," pesan Axel saat ia membeli tahu yang di jajakan pedagang saat lalu lintas sedikit macet atau ketika berhenti di lampu merah.


"Iya, Pak. Ini kembaliannya."


"Abang mau?" tawarnya pada Sang putra yang duduk di belakang.


"Gak, Abang kenyang banget, perut Abang gk bisa gerak gerak ini," keluh Si tampan sambil menaikkan kaosnya yang berwarna merah.


XyRa dan Axel yang melihatnya pun sontak tertawa bersama. Anak itu benar benar menggemaskan apalagi saat mengusap perutnya sendiri yang terlihat membuncit, meski hanya sekedar mencicipi nyatanya Sean tetap tak bisa menampung lagi apa yang di sodorkan Papihnya tersebut .


"Payah nih anak Bujang, enak loh, Bang. Masih anget tahunya," goda Axel yang tetap mendapat jawaban kepala dengan gelengan kepala.


Dan itu membuat mereka kembali melanjutkan perjalanan yang masih kurang lebh satu jam lagi. XyRa yang hanya makan dua biji sudah merasa lebih dari cukup yang sebenarnya hanya ingin menyenangkan suaminya saja yang sudah menawari.


Tapi, XyRa di buat kesal saat mobil kembali menepi dan akhirnya masuk ke POM bensin yang XyRa tebak pasti suaminya itu akan mampir ke minimarket seperti yang sudah-sudah ia lakukan sejak awal berangkat.


"Mas, kapan nyampenya kalo kamu jajan terus?"


"Siapa yang mau jajan?" Axel balik bertanya.


"Terus mau apa?"


.


.


.


Perut ku MULES...