Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 54


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Istri manapun pasti tersipu jika mendegar suami sedang menggoda, begitu pun dengan XyRa sebab biasanya ia hanya mendengar dari Apih atau Unclenya tapi kali ini ia justru merasakannya sendiri. Kedua pipi yang merona pun langsung terlihat di wajah wanita yang sedang berbadan dua tersebut.


"Mas Axel bisa ngegombal?" ledek XyRa, "Sejak kapan, hem?" Lanjutnya lagi penasaran.


"Sejak jatuh cinta padamu," jawab pria itu dengan senyum simpul di ujung bibirnya.


"Gak nyambung jawabannya." XyRa yang takut semakin salah tingkah pun bangun dari duduk, ia membersihkan lagi wajahnya serta mengganti pakaian juga sebab ada tetesan dari air buah semangka.


XyRa yang sudah keluar dari kamar mandi bergantian dengan suaminya, dan tak berselang lama pria itupun menyusul juga ke tempat tidur di mana kini Sang istri berada.


"Sean sudah tidur?" tanya Axel sambil mengelus perut XyRa yang masih terasa rata di tangannya.


"Sudah, tadi habis ku temani. Mas, yang datang siapa barusan? kenapa menyembut nama Mbak Maya?" XyRa yang penasaran langsung bertanya, padahal ia tahu jika suaminya pasti akan bercerita tanpa ia minta.


"Hem, itu Rian, sahabat sekaligus kekasih Maya. Masih ingatkan dengan apa yang sudah ku ceritakan?"


"Iya, aku ingat. Lalu untuk apa kemari? apa dia memarahimu lagi?"


"Tidak, Sayang. Mereka tadi tak sengaja bertemu di rumah sakit. Lalu Rian mengikuti Maya sampai kemari. Ternyata Rian selama ini mencari Maya setelah tahu aku menikahimu."


"Untuk apa?"


"Mereka itu aslinya saling cinta dan butuh satu sama lain. hanya saja Rian memang gak cukup setia, jadi gitu," jelas Axel yang tak bisa menggambarka sosok Rian karna takut sahabatnya itu kini telah berubah jauh lebih baik.


Axel juga mengatakan Rian akan menikahi Maya jika status wanita itu benar-benar janda, yang artinya tak terikat oleh pria mana pun. Tak kalah dari Rian, nyatanya Axel pun bercerita tentang kondisi Maya dan kenapa bisa ada di rumahnya. Tak ada yang tutupi, di kurangi atau juga di lebihkan. Semua penuturan yang keluar dari mulut Axel jujur apa adanya.


.


.


.


"Bagaimana?" tanya Si pria calon dua anak pada sang mantan istri di ruang tengah.


"Aku tak paham," jawab Maya, ia sebenarnya ingin menghindar jika saja ini bukan di rumah Axel


"Jangan begitu, mungkin Rian tak seperti dulu. 5 tahun ku harap jauh membuatnya lebih baik. Tak ada salahnya mencoba dekat dengannya lagi."


"Lalu bagaimana jika tetap sama, apa aku harus terjun ke jurang yang sama, iya?" cetus Maya serba salah, ia tak tahu senang atau kesal bertemu dengan pria itu lagi.


"Kan ku bilang di coba, kalau tak mau tak apa, aku juga tak akan memaksamu. Rian hanya menitipkan amanah, tak salah jika aku menyampaikannya padamu, itu saja!" balas Axel yang kini terlihat jauh lebih dingin dan cuek pada Maya, atau lebih tepatnya pada semua wanita di bumi ini.


XyRa yang paham telah ada sedikit perdebatan diantara orang tua Sean pun mencoba menenangkan suaminya. Jauh di dasar hatinya ia ingin menimpali tapi ia takut semua yang di ucapkan membuat salah paham.


.


.


.


"Aku tahu, Mbak. Kembali dengan mantan seperti kita membaca buku yang sama untuk yang kedua kalinya, tapi bagaimana jika ternyata Sang penulis (Tuhan ) menambahkan ceritanya dan mengubah alurnya menjadi Happy Ending?"