
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cuuuuuk Baaaa
Axel yang baru keluar dari kamar mandi langsung tertawa saat melihat El berdiri di depan pintu, entah bisikan dari mana anak itu malah mengira Papihnya sedang bersembunyi.
"Papih habis mandi, El," ucap Axel sambil menggendong anak keduanya untuk di bawa ke ranjang.
Ebul Ebul?
"Enggak, Papih gak nyebur," kekeh pria itu lagi.
Ini semua pasti karna XyRa yang memang sudah terbiasa dengan dunia anak anak dan Sean yang begitu sayang pada adiknya juga jadi membuat El sedikit bawel dan sangat aktif dalam berbagai hal.
Anak itu benar-benar tak mau diam bahkan tidur saja bisa satu ranjang di kuasai olehnya.
Main yuk, auh auh...
"Udah malem, nanti besok aja ya sama Mamih."
Axel mendudukan El di atas pangkuan istrinya tapi anak itu tak mau dan tetap memilih ingin di gendong.
Maiiiiiin
XyRa hanya tertawa kecil melihat dan mendengar rengekan putranya yang kini sedang merajuk, ia memang berbeda dengan Sean yang lebih sedikit keras kepala.
"Papih pakai baju dulu, Ok."
Iyyaaah.. Itut itut
Axel membuang napas kasar, jika sudah begini sudah bisa di pastikan istrinya akan merdeka dari El.
Tak lagi di gendong, anak itupun kini di tuntun menuju ruang ganti tempat dimana semua pakaian mereka bertiga berada.
Ya, El memang belum punya kamar sendiri karna Sean ingin tidur bersama adiknya nanti. Tapi entah kapan anak itu mau pisah karena El masih sangat bergantung pada Mamihnya.
"El mau main kemana?" tanya Axel setelah ia sudah merapihkan dirinya.
Auh Auh aik mbing.
"Hah? naik Kambing?" Axel yang kaget dengan jawaban El pun hanya bisa mengernyitkan dahi.
Mbing badus Papih
Malas berpikir dan tak kuat menahan rasa penasaran, kini Axel kembali membawa El ke ranjang untuk menanyakan pada XyRa apa yang tadi di ucapkan oleh putra mereka.
"Kambing apa?" XyRa balik bertanya dengan dahi masih mengernyit.
"Tadi kata El, mau main naik Kambing, iya kan El?" kini kedua mata orang tuanya tertuju pada RaXel Rahardian Wijaya.
Ndaaa Abing.. Mbing iiiiih...
"Oooih, bukan kambing, Mas. tapi MOBIL!" jelas XyRa yang baru paham.
"Ya ampun, mobil? kirain naik Kambing, ya mending naik kuda lah," kekeh Axel yang langsung menciumi pipi anak kesayangannya.
...Mahu Uda Uda, Pih....
"Mulai dah celamitan!".
.
.
.
Karna terus merengek, mereka pun akhirnya keluar rumah hanya untuk jajan di luar, El yang duduk bersama Sean terus saja bernyanyi berdua sambil bertepuk tangan. Sean yang masih ingat beberapa lagu saat di taman kanak-kanak kini di ajarkan lagi pada adiknya, itulah yang membuat XyRa dan Sean bangga pada si sulung yang bukan hanya menggoda sampai menangis meski kadang itu juga sering terjadi, tapi cukup karna Sean saking gemasnya.
Butaaaaaan.. butan ntu!
Sean yang bingung masih terus berpikir lagu apa yang di maksud oleh El, semua sudah di beri tahu tapi anak itu kekeuh BUKAN katanya.
"Coba yang lain, Bang," kata Axel yang diam diam memperhatikan kedua jagoannya berdebat.
"Yang mana lagi, Pih?" tanya Sean pasrah.
.
.
.
Otong-otong aca, acup uwali.. jodet jodet...
***Cucunya Si Amih bikin pusing 🤣🤣🤣🤣
Apa yang jodet? taunya juga anclok2an 🤭🤭***