Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2 # 05


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Abing ntu Embeeeeeeee


"Kalo Papih?" tanya Axel, sepertinya El tak lagi takut dengan Ular jadi bapak ulat harus siap begadang atau patah semagat karna saat ia menoleh Sang istri seperti sudah tak bertenaga.


Papin ntu Danteng..


"Kalau Mamih?" tanya Axel lagi setelah ia mendapatkan satu ciuman dari El.


Mamih ntu Tantik


El tertawa sambil menunjuk pipinya dengan jari telunjuk dan tak lupa memiringkan sedikit Kepalanya, tingkahnya saat ini sungguh sangat menggemaskan sampai Axel tak kuat menahan rasa ingin mencubit anak itu.


"Kalau Abang Sean?"


Abang ntu tayang El.


"Nah, kalau El apa?" Axel pun langsung melayangkan pertanyaan terakhir.


El ntu Demoooooy..


XyRa yang sudah terpejam tersenyum karna telinganya masih bisa mendengar apa yang sedang di obrolkan oleh anak dan suaminya tersebut. Semua nampak menggelitik sampai rasanya sulit fokus untuk terbuai mimpi.


Malam yang semakin larut dan memang sudah waktunya untuk istirahat membuat Axel menidurkan El, ia turunkan anak itu dari atas perutnya untuk di baring kan di tengah antara ia dan XyRa.


"Main minum susu gak?" tawarnya, jangan sampai baru saja terlelap tapi sudah harus bangun lagi karna rengekan El yang haus mengingat anak itu sudah banyak sekali berceloteh.


Nda, bobo yuk...


Tak sampai 20 menit, nyatanya El sudah terbang bermain dengan para malaikat di alam mimpi. Kini tinggal Axel yang masih terjaga dan masih betah menatap satu persatu wajah anak dan istrinya yang polos.


"Aku tak bisa bayangkan jika hidup tanpa kalian, tetaplah seperti ini hingga ujung waktu."


.


.


.


Tak ada yang berubah dari hari hari yang dilewati keluarga bahagia tersebut, Axel dengan segudang pekerjaannya dan XyRa dengan kesibukan mengurus dua jagoan kecilnya yang semakin hari semakin pintar luar biasa.


Tapi tidak dengan hari ini, entah dapat bisikan dari mana sebangun tidur El begitu rewel tak mau lepas dari Papihnya hingga matahari sudah tinggi saja pria itu belum mandi padahal seharusnya sekarang ia sedang duduk di kursi kebesarannya di perusahaan.


"Mau apa sih, El?" tanya Axel yang sudah pasrah karna entah dari jam berapa ia menggendong anak itu.


Ayuuuuu, iyat lapah tindi tindi.


Uyut uyut mau?


"Enggak, ayo ngomong yang bener, El mau apa?"


Mau Lapah, mau Unyet, mau Limau, mau apa agi yaaaaaaa?


Pikiran El saat ini tentu tak seberat pikiran Papihnya untuk menerjemahkan semua maunya anak itu.


"Apa sih, Mih?"


"Kebun binatang!" XyRa menyahut dari sofa.. pagi ini ia aman karna El terus bersama suaminya.


"Oh, Kebun binatang? bilang dong."


Iya... Bun atang atang aik mbing yuuuk..


Axel tentu langsung menoleh kearah XyRa yang masih fokus pada ponsel di tangannya tapi ia yakin wanita itu mendengar apa yang di inginkan putranya.


"Mih, El minta ke kebun binatang nih," kata Axel sambil berjalan mendekat lalu duduk di sebelah istrinya.


"Tunggu Abang pulang sekolah, sebentar lagi kan? nanti sekalian jalan," jawab XyRa yang tak pernah masalah akan pergi kemana asal dengan anak dan suaminya.


"Tuh, El denger Mamih bilang apa? tunggu Abang pulang sekolah, kupingnya ada kan?" tanya Axel


Ada... uwa nih.. nanan nanan


"Kanan kiri, El." XyRa langsung membenarkan.


"Mau liat apa tadi disana? Papih gak tau."


Lapah, Unyet, Limau, yaaaaaaa


"Apa tuh, Mih?"


"Jerapah, Monyet, Harimau," jawab XyRa.


.


.


.


Haduh pusing, Cekot kamus bahasa El di keranjang Kuning ada gak ya??