Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 21


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pasangan yang sudah berbaring di ranjang kini sedang saling memeluk satu sama lain, semesta seolah mendukung mereka untuk berdua saja tanpa gangguan dari kedua jagoan yang salah satunya Si biang rusuh junior.


"Kapan terakhir begini ya, Mih? malam pertama kita saja aku lupa," ujar Axel.


Usai menikahi XyRa ia memang masih sibuk bolak balik Kantor polisi, rumah sakit dan rumah duka. Semua begitu berat di jalani Axel setelah beberapa waktu menyandang sebagai seorang suami. Dan saat keduanya berhasil dekat dan bisa duduk bersama untuk saling menerima, nyatanya Sang istri langsung di kuasai oleh Sean, putranya sendiri yang memang jauh lebih membutuhkan.


"Yang terpenting itu sekarang, Mas. Sudah banyak yang kita lewati. Aku hanya ingin memperbaiki diri tanpa lelah sebagai istrimu," jawab Sang Nona muda Rahardian Wijaya.


"Kamu yang terbaik, terima kasih sudah bertahan pada laki laki yang jauh dari kata sempurna ini, dan terutama untuk besok. Aku senang kamu mau menemani ku," ucapnya lagi sembari mencium kening Sang istri.


"Hey, memang kamu pikir aku akan mengizinkan mu pergi berdua saja dengan Asisten seksimu itu, hah?"


"Ups!! jadi ini alasannya?? " goda Axel yang malah membuat kedua pipi XyRa merah merona karna seolah tercyduk isi hatinya yang tak menyangka akan keceplosan.


Axel yang tertawa dengan gemasnya menciumi pipi hingga turun ke leher sampai istrinya ikut tergelak juga karna menahan geli.


Dan seperti tak ingin melewatkan kesempatan yang ada dalam genggaman, yang seharusnya terjadi di pun akhirnya terjadi di lakukan oleh pasangan halal tersebut itu sebelum akhirnya mereka pergi dan sibuk dengan kegiatan masing-masing di luar kota.


.


.


.


Sesuai dengan yang di janjikan oleh XyRa, jika ia dan Axel akan mampir sebentar ke rumah utama untuk melihat kedua anak mereka sembari pamit, apalagi Axel bertemu lagi sejak kedua bocah itu di boyong oleh ibu mertuanya hingga itu menjadi kesempatan baginya untuk menyandera Sang istri di hotel.


"Masih sepi," ucap Axel saat masuk dengan tangan saling bergandengan.


"Hem, masih pada tidur kali. Tapi Mhiu biasanya udah bangun buat bikin sarapan," jawab XyRa yang langsung ke arah tangga.


"Amih dan Apih nginep juga?"


Tidak, itu tak benar sama sekali karna tanpa Amih tahu pun cucunya sudah berhasil menjadi penyusup ulung dan handal di kamar Sang Tuan besar Rahardian.


Cek lek


XyRa yang masuk lebih dulu berjalan lebih cepat kearah ranjang tempat dimana para anak anak masih terbuai mimpi.


"Satu, dua, tiga. Kok tiga ya, Mas?" tanya XyRa bingung dan menghitung ulang dan ia yakin jika itu adalah Angkasa, Sean dan Fajar sebab siapapun tahu jika Lintang pasti tidur di kamar Phiunya.


"Mas, satu lagi kok gak ada? harusnya 4 kan?" XyRa bertanya dengan nada panik.


"Mana ku tahu, yang gak ada siapa?" tanya balik Axel.


"Yang gak ada justru El, anak kita, Mas!"


Axel yang sebenarnya masih mengantuk masih belum sadar, tapi beberapa detik kemudian ia langsung terlonjak kaget.


"Hah? anak kita ilang, Mih?".


XyRa yang tadi panik nyatanya Axel justru jauh lebih panik sampai ia dengan cepat bergegas ke keluar kamar dengan sedikit berlari padahal kamar dalam keadaan lumayan gelap sebab hanya di terangi oleh lampu tidur.


" Mas, Awas!!!"


.


.


.


Gubrakk....