Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2 #37


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Segala bujuk rayu sudah di layangkan pada El agar mau pulang, tapi bocah itu bukan mengiyakan malah masih asik duduk di pangkuan Tuan besar Rahardian.


"Kata Mamih mau pulang gak?" tanya Phiu Samudera pada bocah di atas pahanya.


Nda, ninih aja


Ia yang tetap keukeh ingin di rumah utama membuat siapa pun tertawa saat mendengarnya, meski tak apa-apa tapi pasangan suami istri itu tetap ingin di rumahnya sendiri.


"Disini saja dulu, kamu juga belum pulih benar kan?" titah Mhiu Biru, ada rasa tak tega pada El karna sudah terlanjur lebih dekat juga dengannya meski selama ini ia harus mengalah.


Jika dulu Wanita cantik itu akan tidur di sebelah suaminya, tapi tidak jika ada El, ia semakin berjarak dengan pria sandaran hatinya tersebut.


"Iya, Mhiu tapi--,"


"El bisa tetap disini jika kalian izinkan," sambung Phiu Samudera, ia tak tahu saja jika Lintang mendengar keputusan tersebut akan habis rumah utama di acak acak oleh Si bungsu.


"Nanti gangguin Lilin terus, kasihan tuh anak di bikin nangis setiap hari," kata XyRa yang tahu jika putranya di sini adalah biang rusuh.


"Kalau masalah nangis, emang setiap hari nangis, kalau gak nangis bukan Lintang," sahut Amih yang kini tertawa.


Tapi XyRa tetap bersikeras ingin pulang, ia rindu segala aktifitas yang sering ia lakukan termasuk mengurus dua anaknya. Ia yang terbiasa sibuk bersama dua jagoannya pasti bosan jika harus berdiam diri tanpa melakukan apa-apa.


Dan, dengan banyaknya janji yang dilontarkan oleh Phiu Samudera, El pun akhirnya mau di ajak pulang oleh kedua orang tuanya.


Ntal iyat tula tula agih yaaaa


"Iya, nanti kita liat kira kura," jawab Phiu Samudera.


Kula ba'pah?


"Banyak dong, El sekarang pulang dulu ya, ganteng."


Demoooooy! Danteng ntu papih..


Protes El yang lagi lagi tentu langsung mengundang gelak tawa. Dan itu memang sengaja di lakukan Phiu Samudera, ia senang saat menggoda bocah tersebut.


XyRa dan Axel langsung di antar menuju rumah mereka oleh Amih dan Apih yang tentunya juga ikut pulang meski ke rumah masing-masing.


XyRa begitu banyak mengucapkan Terima kasih karna orang tua nya sudah bersedia di repotkan oleh anak-anaknya saat ia dan sang suami di rumah sakit.


"Kamu banyak banyak istirahat ya, jangan terlalu lelah. Cepat telepon Amih jika butuh sesuatu," pesan wanita itu yang langsung di iyakan oleh putrinya.


Sepeninggal Amih dan Apih XyRa langsung di antar ke kamar oleh suaminya sedangkan El dan Sean masih di ruang tengah menonton TV acara kesukaan mereka.


Tapi, tiba-tiba El pergi ke halaman samping tanpa di ketahui oleh Sean yang masih saja fokus dengan apa yang ia tonton saat ini. Namun akhirnya anak itu sadar saat ia tak lagi mendengar suara gelak tawa dari El atau juga pertanyaan pertanyaan dari bocah tersebut.


"El mana ya?" gumam Sean sambil mengedarkan pandangan tapi sialnya ia tak menemukan sosok anak kecil itu.


Sean yang panik tentu langsung bangun, di jam seperti ini semua pelayanan pasti sibuk di dapur karna mereka hanya akan membersihkan rumah hanya pada saat menjelang pagi.


Langkah Sean terus di percepat hingga ia sampai di halaman samping, ia mengusap dadanya sendiri saat melihat El ternyata ada disana duduk seorang diri.


"El ngapain?" tanya Sean saat mendekat.


Binun...


"Bingung? kenapa?"


Angisin capa yaaaaaa