Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2#41


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Semejak pulang dari rumah sakit, XyRa benar-benar di kediamannya sampai ia pulih, dan baru hari ini wanita itu berencana untuk keluar bertemu dengan para sepupu dan keponakan kembar.


"Kalau mereka sampai pulang malam, kamu pamit duluan aja ya," pesan Axel yang mengantar sendiri anak dan istrinya menuju salah satu sekolah bergengsi di ibu kota.


"Iya, Pih. Aku juga gak mau ninggalin kamu lama lama di rumah, nanti yang ada di gandeng kura kura," ledek XyRa yang nyatanya di dengar oleh putranya di kursi belakang.


Tula Tula lenang kaya uwek uwek ya, Mih...


"Emang bebek berenang?" tanya Axel dengan wajah bingungnya.


Iyaaaa.. lenang, Piiiih...


Sean hanya tersenyum tak menimpali sama sekali karna ia ragu hewan yang sebenarnya di maksud Ek itu apa, benarkah Si bebek?


"Angsa mungkin," ucap Axel lagi memastikan.


Oang putih? tantik yaaaaaa


Celoteh El memang menjadi hiburan tersendiri bagi keluarganya jika dalam perjalanan ke mana pun agar tak merasa bosan asal kuat menimpali dan kuat juga berpikir apa arti ucapan bocah tersebut.


Hingga tak terasa mobil mewah kendaraan yang di kemudikan Axel pun kini sudah masuk area yang mereka tuju.


Kuwah Yiyin kan?


"Iya, sekolah Abang Asha, Aa Fajar dan Lilin," jawab XyRa saat ia membantu El turun dari mobil lalu di tuntun nya.


Ketiganya berpamitan pada Axel karna pria itu benar-benar hanya mengantar saja


Bay bay, Papih. Ain ma Tula tula dulu yaaaa


"Mau bobo Papih, gak mau main sama kura kura," jawab Axel yang gemas dengan putranya, El menghindar saat tahu akan di gigit oleh papih nya.


Anan ya... ntal auh ya...


"Tuh dengerin, Pih," kata XyRa yang puas dengan yang di ucapkan El barusan.


"Ish, nih anak beneran Gemoy," sahut Axel, keluarga yang harmonis dan nyaris sempurna ini adalah satu-satunya alasan ia selalu tak betah di luar rumah.


"Kak, Buy--," panggil XyRa, dan Nyonya besar Lee itu pun langsung menoleh.


"Hay, sini sini," sahutnya sambil melambaikan tangan. Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan saudara yang satu keturunan.


"Qia mana?" tanya XyRa.


"Masih di jalan, biarin deh, pasti bayi besarnya rewel." Embun terkekeh karna sudah jadi rahasia umum jika para suami mereka memang luar biasa, saat tahu istrinya akan pergi pasti saja melayangkan drama untuk cari perhatian.


Keduanya terus menunggu sambil sesekali menggoda El yang katanya merindukan Si bungsu yang pagi tadi merajuk tak ingin sekolah. Ada saja alasan yang Lintang berikan saat ia masih betah di ketek Phiunya.


Yiyin ama yaaaa..


"Sebentar lagi, hari ini mereka gak belajar, jadi pulang cepet. Habis ini kita jalan jalan ya," rayu Embun yang tahu jika El sudah tak sabar padahal orang yang di tunggu nya pasti akan marah marah.


Dan benar saja, tiga puluh menit berlalu, semua siswa dan siswi berhambur keluar di antar oleh beberapa guru bagi yang menunggu di area parkir atau taman, begitupun Si kembar.


Angkasa tentu yang berlari lebih dulu menghampiri Bubunnya, sesibuk apapun wanita itu berbelanja antar jemput sekolah tetap ia yang melakukannya.


"Lilin tuh, Bun, di pojok aja," adu Si sulung langsung.


"Loh, memang kenapa?" tanya Embun bingung.


Angkasa dan Fajar pun hanya bisa menggelengkan kepalanya secara bersamaan.


"Kamu kenapa lagi, Lin?" pertanyaan pun langsung di layangkan pada Lintang yang matanya tajam kearah El.


.


.


.


Nda enak banget nih hati Lilin, benel kan ada anak kecil dateng!!!