
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Huaaaaaa, Lilin belom umpeeeeet!" bukan Lintang namanya jika teriakan dan tangisnya tak menggemparkan seisi rumah utama.
Semua yang mendengar itu pun lantas mendekat, tak terkecuali Angkasa dan Fajar yang keluar juga dari tempat persembunyiannya. Sedangkan Sean hanya bisa menggaruk Kepalanya yang tak gatal.
"Kenapa, Lin?" tanya Bubun yang menghampiri, ia berlutut di hadapan Si bungsu sambil menghapus air mata anak itu.
"Lilin belum umpet, Bun! napa suruh jaga ma Si Ocean noh!" adunya sambil menunjuk Sean.
"Kan aku udah selesai ngitungnya," jawab Sean jujur sebagai mana aturan main yang sebenarnya.
"Tapi kan... kan... Lilin belum umpet."
"Ya kamu kenapa gak buru buru ngumpet?" tanya Fajar, Si tengah yang tak tahu apa-apa.
"Tadi kan.. tadi kan... tadi Lilin ngurusin Si anak kecil, mana dia?" tanyanya yang baru ingat sambil mengedarkan pandangan.
"Anak kecil?" seru semuanya yang berkumpul di ruang tengah, sedangkan Lintang masih terisak sedih bercampur kesal.
Amih yang baru ingat cucunya tak terlihat pun mulai panik, dari semuanya tentu hanya El yang tak terlihat batang hidungnya.
"El, mana? El--, RaXel--, Nak???" teriak Amih panik, begitu pun dengan yang lain kecuali Phiu Samudera yang langsung mengambil alih cucu kesayangannya agar cepat berhenti menangis.
Semua tempat sudah di cari, dan Sean menemukan adiknya di kolong meja sedang duduk sendiri masih menutup wajahnya dengan telapak tangan.
"El--," panggil Sean dan Fajar berbarengan.
Cuuuuuuuk... Baaaaaaa
Dua anak tampan itu sontak langsung tertawa melihat tingkah El yang tak berdosa padahal gara-gara dia putra bungsu Lee Rahardian sedang melakukan konser paduan suara sekarang.
"Ngumpet juga?" tanya Sean gemas.
Itut... itut.. upet..
"Ayo sini keluar, udahan mainnya," ajak Fajar sambil mengulurkan tangannya.
.
.
.
El yang di bawa ke lantai bawah oleh Amih bersiap untuk menikmati segala macam cemilan yang di bawa Qia, wanita itu baru datang dengan 8 paperbag tangannya yang berisi aneka makanan untuk anak-anak sebab ia juga membawa Shaka dan Sky, jangan harap Si kembar dua itu akan diam saja saat tahu di rumah utama sedang ramai.
"Satu lagi kemana?" tanya Qia saat ia hanya melihat ada Angkasa dan Fajar saja.
"Lagi nangis," jawab Si sulung, Qia yang menoleh langsung di iyakan dengan anggukan kepala oleh orang orang di sekitarnya.
"Nangisin apa?" tanya Qia lagi.
"Belum umpet udah ketahuan sama Sean," jawab Angkasa lagi sambil tertawa.
"Lalu sekarang dimana?"
"Ada, lagi di bawa Phiunya kaya biasa," jawab Mhiu Biru, wanita yang tersisih semenjak ada Lintang Rahardian Lee Wijaya.
Ya, anak itu memang sedang bersama dengan Phiu Samudera di depan Aquarium besar, jika dulu ada kolam, berbeda dengan sekarang sebab Lintang sudah entah berapa kali nyemplung kesana dengan berbagai alasan.
Dan ia yang sudah jauh lebih tenang meski wajahnya masih berlinang air mata di bawa kembali berkumpul dengan keluarga yang lain, terlebih ada kembar dua yang baru datang juga sedang mencarinya saat ini.
"Nih dia Telsangkanya!! halus paling depan macup Nelaka," ucap Lintang yang baru sampai dan Langsung menunjuk kearah El yang sedang berdiri di tepian meja dengan garpu kue di tangannya.
.
.
.
Yiyin, mahuuuu??