Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 52


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Dengan permintaan Amih barusan, kini Maya di panggil untuk makan malam bersama dengan keluarga istri dari mantan suaminya tersebut. Ada rasa canggung dan itu sangat wajar terjadi mengingat ini baru pertama kalinya mereka bertemu tapi tidak dengan ArXy, meski ini kali kedua rasanya tetap saja membuat Maya takut sebab pria itu terkesan sangat angkuh dan menyeramkan. Kedatangan Maya memang di anggap pengganggu padahal jelas ia hanya ingin dekat dengan putranya saja, bukan dengan ayahnya sekaligus. Tapi statusnya yang kini tak bersuami tentu semakin menambah rasa tak nyaman keluarga besar tersebut.


Cara Maya memang kadang sedikit berlebihan mengingat ia adalah wanita yang kini tak bisa lagi merasakan nikmat nya mengandung dan melahirkan seperti saat pada Sean dulu.


Obrolan hangat pun terus terjadi, kadang tentang hal biasa, rencana masa depan bahkan perusahaan tapi itu cukup dengan ketiga pria yang kini semakik terlihat akrab.


Usai menikmati sajian yang begitu banyak dan menggugah selera, kini Maya pun pamit ke kamarnya dengan alasan ingin istirahat. Sedangkan Sean yang mulai mengantuk merengek ingin di antar ke kamar.


Bersama dengan Mamih dan Amih, anak itu pun segera naik keatas ranjang dengan sprei berwarna merah bergambar kan mobil dan robot khas anak laki-laki pada umumnya.


Entah karna lelah atau memang sangat mengantuk, tak sampai 20 menit, Sean sudah terdengar mendengkur halus dalam pelukan Mamihnya.


"Kamu nyaman dengan keadaan seperti ini, Sayang?" tanya Amih sambil mengusap juga kepala Sean yang awalnya harus ia anggap cucu sendiri dan kini memang sudah di terimanya dengan tangan terbuka dan pelukan hangat.


"Tak ada masalah, Mih. Percayalah. Aku hanya akan merasa terusik jika Mbak Maya mengganggu suamiku. Tapi selama ini semua masih aman. Suamiku tak tersentuh sama sekali olehnya. Bahkan, aku tak pernah menyuruhnya untuk menundukkan pandangan," jelas XyRa apa adanya bukan hanya sekedar menenangkan hati Amih semata.


"Syukur lah, Tuhan mengambil yang baik dan menggantinya ke yang jauh lebih baik darumi Dave. Do'akan dia terus, Xyra," pesan Amih.


"Tentu Amih, Dave punya tempat khusus di hatiku dan Axel tahu itu. Tak mudah melepas dan melupakannya. Aku masih mencintainya meski aku pun mencintai Axel sebagai suami."


"Amih paham, Sayang," kata wanita yang teramat bangga pada putrinya.


Dewasa tak hanya perkara Umur, tapi juga bisa di dewasakan dengan keadaan. Contohnya XyRa saat ini. Tak mudah baginya usai kehilangan namun harus menerima dua orang langsung dalam hidupnya di waktu yang bersamaan sekaligus.


"Aku hanya ingin melanjutkan hidupku sesuai takdir. Lelah rasanya jika harus melawan apa yang sudah di takdirkan padaku. Aku yakin, ini semua rencananya dan aku kuat untuk itu."


Satu tetes air mata yang jatuh dengan segera di hapus oleh Amih, ia hanya bisa menguatkan dengan kata sabar yang harusnya tak berbatas.


.


.


.


Jangan mudah menyerah, kamu ini keturunan anak bawang yang pastinya akan banyak air mata dalam kisah mu.