Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2 # 44


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Puas bermain dengan penuh canda tawa serta tangis, kini saatnya ketiga wanita itu pulang dengan menggandeng anak masing-masing. Embun membawa Angkasa, Fajar dan Lintang ke rumah utama, Qia membawa Shaka dan Sky pulang ke kediaman Rahardian, begitu pun dengan XyRa yang menuntun El setelah ia sabar merayu anak itu untuk tak ikut ke rumah rumah utama.


Puwang nana, Miiiiih..


"Iya, nanti ya, Sayang. Kan belum bilang Papih, pasti Papih nunggu di rumah. Kita pulang aja ya," rayu XyRa masih sabar meski putra kandungnya itu merengek tak mau. El kerap meronta dalam pelukan XyRa sampai rasanya ia harus menguras tenaganya.


Papih ain ma Tula tula, Miiiiih... El ain ma Yiyin yaaaaaaaaaa


XyRa hanya bisa membuang napas kasar, ada saja jawaban dari anak itu yang membuatnya geleng-geleng kepala.


"Ok, kita pulang dulu nanti ke rumah utama sama Papih ya," kata XyRa.


Andai dua bocah itu akur, mungkin XyRa akan mengiyakan tapi selama bermain saja Lintang sudah di buat menangis dua kali oleh El. Tak enak hati rasanya pada Sang Nyonya besar Lee meski Embun tak pernah marah atau tersinggung karna ia juga cukup tahu diri jika Si bungsu memang cengeng dan banyak drama bukan hanya pada El, bahkan Lintang bisa menangis karna apapu itu.


Namun, XyRa tetap kasihan pada keponakanya, kasihan juga pada Phiu yang harus ekstra sabar menenangkan anak itu.


.


.


.


Setelah melewati drama panjang yang di lakukan El, mau tak mau anak itu menurut juga saat ia menguap karna kantuk dan lelah. Jadilah sepanjang perjalanan anak itu terlelap meski dengan wajah yang basah karna air mata.


"Kasihan anak Mamih, kamu iseng banget sih El," gumam XyRa sambil menciumi anak laki-laki nya tersebut.


"Anak anak anteng, Mih?" tanya Axel.


"Rusuh terus tuh anakmu," jawab XyRa sambil menarik napas dan di buangnya perlahan.


"Gangguin Lintang lagi?" tebak pria mantan duda tersebut yang langsung di jawab dengan anggukan kepala.


Axel hanya terkekeh kecil, bocah menggemaskan yang sedang tidur pulas itupun di cium pipinya sekilas.


"Perasaan bikin El gak pake gaya macem-macem tapi kok kelakuannya absurd banget ya, Mih," kata Axel yang aneh sendiri.


"Iyakah? jadi maksudmu sifat anak tergantung gaya saat bikin, begitu?" tanya XyRa yang tanduknya mulai keluar, hawa panas dingin bagai Dispenser pun terasa oleh Axel saat melihat tangan istri sudah melipat di dada.


"Enggak gitu, Sayang. Maksudku--,"


"Maksud mu dengan Maya hanya pakai satu Gaya yaitu pasrah dan terima beres makanya Abang begitu kalem, iya???" potong XyRa cepat. Ada rasa cemburu dalam hatinya setiap kali ia ingat jika pria yang menikahinya itu dulu adalah seorang Duda anak satu. Terima tak terima pria itu pernah berhubungan badan dengan wanita lain yang artinya selain XyRa ada juga yang sempat menikmati keperKaAsaan suaminya.


"Mih, jangan salah paham dong, ya ampun!!" rayu Axel mencoba mendekat namun di hindari terus menerus oleh XyRa sampai pria itu ikut kesal sendiri.


.


.


.


Tau gini mending jadi tepung yang serba guna dari pada jadi laki, SERBA SALAH terus..