
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Axel yang sudah jauh lebih baik kini hanya tinggal fokus pada XyRa yang sudah sadar namun masih dalam masa pemulihan. Wanita itu belum bisa terlalu lama di ajak bicara dan harus banyak istirahat agar bisa cepat pulang berkumpul lagi bersama keluarga.
Jujur, kejadian ini berdampak trauma yang cukup hebat bagi pasangan suami istri tersebut dimana Axel maupun XyRa pernah mengalami kecelakaan masing-masing dan kini justru mereka melewatinya secara bersama. Axel sampai berpikir jika rasanya ia tak mampu lagi untuk menyetir mobil dalam waktu dekat ini. Tapi entah untuk XyRa sebab kondisinya belum memungkinkan berpikir kearah sana.
"Kapan kita pulang, Pih?" tanya XyRa setelah ia meminum obat di bantu oleh suaminya.
"Tinggu keadaanmu pulih total ya, Sayang. Aku tak mau ambil resiko apapun," jawab Axel.
Meski nyatanya ruang rawat inap itu bakk hotel bintang 5 tapi rasanya tetap saja rumah sakit. XyRa sudah benar-benar tak betah dan ingin sekali cepat pulang untuk mengurus anak dan suaminya seperti biasa.
"Aku bosan, Mas. Abang dan El tak bisa seharian penuh denganku," ujarnya lagi sedih.
Dua bocah itu memang setiap hari datang, tapi cukup dari sore hingga malam yaitu kurang lebih 5 jam, pihak keluarga tentu tak ingin waktu istirahat XyRa terganggu jika anak anak sampai menginap sesab ia selalu saja lupa dengan dirinya sendiri jika sudah di hadapan kedua jagoan tampan hasil semburan Si ulat bulu jumbo.
"Aku paham, tapi kesehatanmu jauh lebih penting dari segalanya."
"Tak bisa kah aku di rawat di rumah?" tanya XyRa mulai bernegosiasi.
"Nanti ku bicarakan lagi dengan dokter, Ok."
.
.
.
Lain di rumah sakit tentu lain juga di rumah utama dimana kini para bocah sedang di asuh sebelum nanti pergi menjenguk Mamih mereka. Ada Sean yang sudah rapih setelah mandi sendiri sedangkan El baru saja keluar setalah puas berendam di bathtub hampir kurang lebih 30 menit. Itu pun harus di rayu maksimal agar ia mau menyudahinya.
Amih yang mengurusnya hanya bisa meningkatkan rasa sabar karna anak seumuran El sedang nikmat nikmatnya menguji kesabaran.
Ntal Mamih agih?
"Iya habis ini ke Mamih ya, Sayang." Amih yang sudah selesai mengurus cucunya itu langsung memberikan sebuah ciuman di pipi kanan.
"Nanti pulangnya, sekarang El yang kesna dulu kaya kemarin," jawab Amih, ia menuntun El menuju ruang tengah lantai bawah dimana ada Sean dan suaminya yang pasti sudah menunggu.
Dan benar saja, El yang kini berjalan lebih mendekat langsung di gendong oleh Apih.
"Sudah lama?" tanya Amih.
"Enggak, baru sampe kok' kalian sudah rapih?" tanya balik Apih sembari menurunkan cucunya itu lagi.
El yang senang akan bertemu lagi mamihnya mulai berceloteh, ia tak sesedih kemarin-kemarin saat XyRa belum sadar. Tingkahnya yang menggemaskan membuat siapapun yang melihat akan tertawa begitupun dengan Phiu Samudera.
"El, mau di ajak?" tanya Sang Tuan besar Rahardian Wijaya pada sepupunya Apih Gala.
"Iyalah, masa ia di tinggal."'
" Mana anaknya? kok gak ada?" tanya Samudera lagi dengan ekspresi bingung sembari mengedarkan pandangan
Nih, Piuuuuuuh. Nih El..
Bocah yang merasa sedang jadi bahan pembicaraan pun langsung mencari perhatian. Tapi bukan Samudera jika tak iseng.
"Beneran ya, El gak ada, kemana sih?" ucapnya terus sembari pura pura mencari.
.
.
.
Ya woh, ninih El Demoy Piuuuuuuh