Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 39


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hatchi..


"Apaaan tuh?" seru keduanya sambil mengedarkan pandangan yang ternyata tak ada siapapun kecuali mereka berdua.


"Ini rumah apa kuburan, Dud?" tanya ArXy yang masih saja memanggil kakak iparnya dengan sebutan DUDA, andai saja ia tahu jika status itu pun akan melekat padanya mungkin lidahnya tak akan selakNat itu.


Jadi, nanti bersiaplah untuk tertawa Axel.


"Mana ada kuburan! nyamuk bersin tuh," jawab pria itu.


"Orang jelas jelas gue nyebut Buaya tadi," elak ArXy pada adik iparnya yang kini sudah bangun dari duduk.


"Mau kemana lo?"


"Ngerujak, yuk," ajak Axel dengan senyum yang entah apa artinya yang jelas moodnya sedang sangat baik hari ini gara-gara melihat buah mangga di parkiran resto usai meeting tadi.


Takut dengan suara bersin Buaya, ArXy pun ikut dengan Axel ke ruang makan dimana ART sudah menyiapkan apa yang di inginkan Tuan besarnya barusan.


ArXy yang sudah menarik kursi meja makan dan duduk di sebelah Axel meminta secangkir kopi pada salah satu pelayan, ia yang di minta datang kemari secara mendadak belum beristirahat sama sekali dari segudang pekerjaannya di kantor.


"Gue kesini mau mastiin keadaan XyRa pasca kecelakaan, saat di telepon Amih sih memang baik baik saja tapi kami masih penasaran jika belum melihatnya, dan....," ucap ArXy yang memotong perkataan karna ia lebih dulu menarik napas dan di buangnya perlahan.


"Dan apa?" tanya Axel yang masih santai bahkan dengan mulut sibuk mengunyah si buah mangga muda yang membuat ArXy penuh dengan air liur karna menahan rasa asam padahal ia hanya melihat saja tanpa mau mencicipi.


"XyRa sakit dan muntah!" cetus ArXy kesal.


Kakak manapun pasti akan khawatir melihat adiknya jatuh pingsan seperti tadi meski ia juga kesal sebab mendapat muntahan, untungnya saja ArXy selalu memakai kaos di balik kemejanya jadi semua aman meksi masih tetap terasa basah di tubuhnya.


"XyRa muntah bukannya karna kamu bau?" tanya Axel dengan polosnya.


"Wah, si Duda cari perkara!"


"Loh, XyRa kan ngomong gitu barusan, kamu bau makanya mual sampe muntah," jelas Axel yang seakan semua ucapan kakak iparnya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri, yang terpenting baginya kini Si mangga muda pindah semua ke perutnya.


"Tapi emang gue belom mandi sih, tapi wangi kok, idung bini lo aja tuh yang bermasalah," balas Si bujang yang masih setengah lapuk.


"Ya salam! boleh gue tuker pake minyak seliter gak sij ini modelan ipar begini!" cetus ArXy..


Niat hati ingin bicara serius mereka malah berdebat hal yang tak penting, begitu ArXy dan Axel selama ini, tapi tak perna ada dendam atau pertengkaran serius yang terjadi tentunya.


"Kamu tenang saja, XyRa baik-baik saja meski ada ibu Sean disini," ucap Axel sambil menggeser piring buah yang sudah kosong.


"Lo laper apa doyan?" tanya ArXy yang heran.


"Enak, tapi sambelnya kalah sama pedesnya omonganmu," kekeh Axel yang akhirnya mendapat pukulan di lengan.


ArXy sebenarnya tak yakin meski ia tahu jika hati adik kembarnya itu sangat baik bak bidadari, tapi tak ada yang bisa menjamin jika yang di pikir saat ini hanya sebuah angin lewat nyatanya bisa berubah jadi angin puTiN9 beliung di kemudian hari untuk rumah tangga Axel dan XyRa.


"Jangan pernah kecewakan dia, lo gak tau sesakit apa hatinya kehilangan Dave dan selapang apa jiwanya maafin lo dan terima kalian berdua," ucap ArXy mengingatkan.


ArXy tentu tahu bagaimana baiknya mendiang Dave dan sebahagia apa XyRa bersama orang itu hingga seluruh keluarga sangat merestui hubungan mereka berdua selama 5 tahun karna harus menunggu XyRa lulus kuliah lebih dulu dan Dave juga harus memapankan dirinya sendiri sebab ia cukup tahu diri siapa yang akan di nikahinya, yaitu Sang Nona muda Rahardian Wijaya.


.


.


.


"Aku mencintainya, cukup XyRa dan hanya XyRa, itu yang menjadi tujuanku. Meski takdir mempertemukan kami lagi tapi akan ku pastikan jika aku tak akan Jatuh cinta pada mantan istri"


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sindir terooooos 🀣🀣🀣🀣


Besok udah mulai puasa ya πŸ™


Marhaban ya Ramadhan buat kita semua.


Mohon maaf sebesar-besarnya dari teteh untuk kalian semua kalau ada cerita yang sedikit menyinggung atau balasan komen yang kurang berkenan.. Ini puasa ketiga kita sama-sama buat yang ikut keturunan Gajah dari Suami dadakan, mashaAllah banget.. pengen peluk kalian satu-satu karna ucapan Terima kasih aja rasanya gak cukup.


Sekali lagi teteh mohon maaf ya πŸ₯ΊπŸ˜˜πŸ˜‡