
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sesuai rencana, XyRa dan Axel yang berada di hotel benar-benar menikmati waktunya berdua, mereka yang tak punya momen indahnya pengantin baru selama ini hanya bisa memanfaatkan waktu bersama setelah anak-anak tertidur pulas.
Beruntungnya cinta dengan cepat datang, karna ada rasa nyaman dan saling ketergantungan yang mendukung hubungan keduanya untuk bertahan, dan yang terpenting adalah hadirnya Sean.
"Mas, aku kerumah utama dari kantormu ya," kata XyRa sambil berjalan mendekat.
"Iya, terserah kamu, Sayang," jawab Axel yang sebenarnya aneh sebab wanita yang kini sudah menggelayutkan tangan di lehernya itu jarang sekali datang ke kantor miliknya itu.
Kedua daging kenyal itu pun kini bersentuhan lagi, seolah tak ada puasnya padahal entah sudah berapa kali mereka melakukannya.
"Aku mencintaimu, Mih."
"Aku pun," sahut XyRa, pelukan langsung di berikannya pada Sang suami pengganti kekasihnya yang telah tiada.
Ada perasaan senang dan bangga tersendiri bagi XyRa saat ia di panggil Mamih oleh suaminya, karna terdengar lebih menggemaskan dari apapun itu.
Setelah beres dan keluar dari Hotel, kini saatnya mereka menuju kantor Rahardian Group yang di pimpin oleh Axel namun tetap di bawah kekuasaan Ayah mertuanya, Apih Gala.
Selama perjalan yang tak lebih dari 60 menit itu hanya ada obrolan dari keduanya, tak seperti biasa yang selalu ramai dengan celoteh El dan Sean.
Rindu itupun terselip lagi karna bagaimanapun XyRa maupun Axel bukan type orangtua yang bisa jauh dari anak-anak mereka.
Sambutan dari para penjaga keamanan dan Staf lainnya yang berada di Lobby perusahaan hanya di balas senyuman oleh keduanya yang langsung menuju Lift khusus para petinggi.
Triiing
Suara pintu kotak besi yang terbuka adalah pertanda jika pasangan suami istri itu sudah ada di lantai ruang kerja Sang Direktur Utama. Langkah keduanya terhenti sejenak saat bertemu dengan Asisten pribadi dan Sekertaris Axel yang menyapa begitu ramah dan Sopan. Kini, keempatnya masuk ke dalam ruangan DiRut secara bersamaan tapi XyRa langsung duduk di sofa sedangkan suami dan kedua wanita di depannya itu langsung memulai pekerjaan.
Axel yang memang seorang pekerja keras sejak awal berkarir sudah sangat biasa dengan tumpukan berkas juga rapat di mana-mana, apalagi ini ia yang mendapat amanah dari istri dan mertuanya, tentu akan di gunakan olehnya sebaik mungkin.
"Sudah, Tuan," jawab Sang sekertaris sembari pamit.
Dan kini tinggal Asisten pribadinya yang tertinggal, keduanya duduk saling berhadapan dengan mengerjakan pekerjaan masing-masing. Axel yang masih mengecek beberapa email dan berkas langsung mendongak saat mendengar jadwal pekerjaannya untuk besok.
"Luar kota?" tanya Axel bingung.
"Apa saya sudah konfirmasi?"
"Sudah, minggu lalu. Apa Tuan ingin mengcancel nya?" tanya Si Asisten pribadi.
"Tidak, mungkin saya yang lupa," jawab Axel yang masih mencoba mengingat ingat jadwalnya tersebut.
Begitu banyak kah yang ia pikirkan hingga sampai lupa dengan hal yang sangat penting itu?
Ini mungkin karena otaknya justru lebih sering di gunanya untuk berpikir keras tentang apa yang di ucapkan putranya.
Selepas semua selesai, Axel menghampiri istrinya yang sibuk memainkan ponsel di sofa. Ia yang duduk tepat di samping XyRa langsung menarik wajah cantik isterinya untuk di cium kembali.
"Mas!" pekiknya yang kaget namun malah membuat Axel tertawa.
"Aku mau ke luar kota besok," ungkapnya tiba-tiba, dan XyRa yang kaget mendengar itu langsung mengernyit kan dahi.
.
.
.
Besok? dengan siapa? Asisten mu itu, iya?