
🍂🍂🍂🍂🍂
"Cie... yang di datengin anak kecil, yang akur ya, main sama sama," ledek Angkasa yang langsung menarik tangan adiknya, Fajar.
"Ih, nda eeeh, Lilin mau main sama Cekay," jawabnya menuai protes.
El, itut ya ain ma tekay...
"Cekaaaaaaay, bukan Tekay, ih!" omel Lintang.
Bagai sebuah karma, Lintang yang sering menggangu Sky kini gantianlah ia yang di ganggu oleh El.. Dan jika ketiga anak itu sudah bertemu akan langsung membuat kepala para orangtua berdenyut hebat.
"Sky belum datang, mungkin langsung ke Mall, coba Onty telepon dulu ya," kata XyRa pasa Si bungsu.
"Iya cepetan. Lilin mahu main sama Cekay."
Itut, keeeeh!!
Lintang langsung menggelengkan kepalanya, karna sudah bosan untuk berkata TIDAK pada Si anak kecil yang senangnya ikut ikut terus dengannya.
Hampir 5 menit XyRa menghubungi Qia, akhirnya mereka memutuskan untuk langsung ke Mall tempat tujuan selanjutnya, karna ada sedikit masalah yang menjadikan Qia tak bisa ke sekolah Si kembar.
"Ya udah kita langsung kesana aja," ujar Embun yang kemudian menggandeng Lintang, anak itu yang paling harus di jaga karna ada saja tingkahnya yang di luar dugaan, sedangkan Angkasa di tuntun oleh Fajar, hal yang sebaliknya di lakukan Si tengah pada Si sulung.
Uwiiin Yiyin, El lali nih..
"Jangan lari, nanti jatuh, El." Sean tentu dengan sigap menarik tangan adiknya agar tak mengejar Lintang yang lebih dulu berjalan dengan bubun nya.
Kini, mereka berangkat dengan satu mobil yang cukup besar hingga bisa menampung para keturunan Sang Gajah. Senang rasanya bisa berkumpul meski harus ekstra memberi Sabar dan perhatian jangan sampai lengah.
"Mall di tutup gak hari ini?" tanya XyRa yang sudah tahu kelakuan Sang Tuan besar jika para bocah sudah ingin main di luar, semua akan di Sterilkan dan di jaga ketat.
"Enggak, cuma area playground aja," sahut Embun, yang artinya satu lantai akan di tutup untuk umum, begitu pun dengan karyawan yang akan melayani mereka, semua adalah langsung dari orang kepercayaan keluarga.
Dan beruntungnya, ini bukan akhir pekan jadi suasana Mall tak terlalu ramai pengunjung. Sampai di sana pun mereka lekas naik Lift khusus yang langsung menuju lantai area bermain.
"Abaaaaaang---," teriak Shaka yang sudah sampai duluan.
"Lilin enggak panggil panggil sih?" protesnya lagi kesal karna di abaikan oleh dua sepupunya itu.
"Hallo, Lin," sapa Sky Si paling sabar menghadapi ke Randoman tingkah adik sepupunya tersebut.
"Aaaaah, Cekaaaaaaay, Sayang cekay." Lintang langsung berhambur memeluk anak bungsu pasangan Skala dan Qia tersebut [ Judul novel Mendadak Halal ]
"Caaka nda panggil Lilin?" tanyanya kembali dengan nada kesal.
"Enggak!"
"Kenapa?" tanyanya lagi dengan wajah heran.
"Sengaja," sahut Shaka yang langsung merapatkan barisan pada keturunan Buaya.
"Sengaja apa, Iiiiiiih!" jeritnta mulai menghentak kaki ke lantai karna mulai jengkel.
Sengaja, biar nangiiiiiiiiiis!!!
Ketiga bocah yaitu Shaka, Angakasa dan Fajar pun langsung buru buru kabur berlari menjauh.
Sedangkan Sean dan Sky mulai menutup telinga mereka masing-masing begitu pun dengan Embun dan XyRa. Belum apa-apa anak itu sudah mau melayangkan Paduan Suara.
.
.
.
.
El nyang anggil ya... Yiyin oh Yiyin ain yuuuuk...