Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 73


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Lain XyRa tentu lain juga senja Axel yang kini sedang berada di dalam ruang kerjanya. Ia yan tahu sang putra sedang makan siang dengan mantan istrinya cukup merasa tak tenang. Ia takut itu akan mengganggu perasaan XyRa yang sedang hamil.


Dua wanita itu memang hanya bisa bekerja sama soal membesarkan Sean, tapi untuk akrab layaknya mungkin 'teman' rasanya jauh bahkan tak mungkin. Istri mana pun pasti akan menjaga suaminya dari Si masa lalu meski memang tak ada cinta sebelumnya tapi hingga ujung dunia manapun mereka tetap akan berdiskusi bersama jika sudah menyangkut tentang anak.


"Laper," gumam Axel, bukan meraih benda pipih yang tergeletak samping Laptop nyatanya ia malah meraih biskuit susu yang sudah setengah piring.


"Nih perut kapan kenyangnya? mau makan satu pabrik pun tetep laper!" gerutunya kesal.


Perkara nikmatnya makan tahu beserta Si rawit kini seolah membuat dunia perngidaman Axel tersendat bagai mobil mogok.


Bagaimana tidak, ia yang ingin ini itu kini tak leluasa membeli dan menikmatinya layaknya sedang di kurung di pondok mertua.


Kini, apapun yang di makan harus ia laporkan duluan pada Sang istri yang jauh disana. sudah sejak kepulangannya dari ibu kota suda tak ada lagi rujak beserta teman temannya yang asam pedas di atas meja, yang ada hanya kue kering, cake, dan biskuit.


"Berasa bayi yang baru tumbuh gigi makanin beginian," kekeh Axel sambil memperhatikan Si Biskuit di tangannya tersebut.


Tapi, bukan Axel jika tak nekat sebab kini ia sudah meminta Mira untuk datang ke ruangannya dengan segera.


Cek lek


Gadis itu masuk setelah mendapat izin langsung dari Pak General Manager, ia yang sudah berhadapan langsung mulai merasa hawa tak enak.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?"


"Hem, kamu beli nasi uduk komplit ya, masukin aja yang ada disana dan sambel jangan lupa, Ok. Minumnya es jeruk tanpa gula kasih es batu yang nanyak. Dan satu lagi----, apa ya? enaknya makan apa sih?" Axel malah bertanya yang langsung membuat Mira mengumpat dalam hati.


"Oh iya, lupa. Abisnya gak berasa," kekeh Axel dan Mira langsung membulatkan kedua matanya.


Lupa?


Semudah itukah Axel bilang lupa? padahal porsi nasi padang dua kali lipat lebih banyak jika di bungkus, dan bukan hanya nasi saja yang porsinya besar tapi Si ayam dan Si rendang daging ikut juga dua kali lipat jumlah dari yang semestinya, selama perjalanan saja Mira berdoa dalam hati supaya dua hewan itu tak sampai bertengkardi dalam bungkusan karena berebut dau singkong yang di guyur dengan kuah sayur nangka beserta sambal ijonya.


#Ya Allah laper!


"Saya mau cari nasi uduk jam 3 begini dimana, Pak?"


"Terserah, pokonya harus dapet karna saya sudah LAPAR." Axel menekankan kata di akhir agar Mira cepat pergi dan kembali dengan apa yang dia inginkan saat ini juga.


"Bapak yakin? tadi nasi padang aja saya bohong loh sama Ibu XyRa. Ini nasi uduk kalo pakai sambel lagi masa saya bohong lagi, dua kali dong bohongnya?" ucap lirih Mira, tentu gadis itu ada maunya sekarang jadi tak salah jika wajahnya kini sanagat menyedihkan.


"Gak usah banyak drama, saya juga paham. Lagi pula istri saya gak akan tahu klo kamu gak keceplosan," jawab Axel yang sudah kelaparan.


.


.


.


Saya sih bisa jaga mulut, tapi emak emak pembaca jarinya pasti gatel buat laporan ke Bu XyRa.