Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 45


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


El yang baru selesai mandi kebingungan sendiri saat ia tak tahu harus apa setelah sudah tampan dan wangi. Ia edarkan pandangan matanya ke seisi kamar yang hanya ada ia dan mamihnya saja.


"Kenapa?" tanya XyRa saat putranya mulai memanyunkan bibirnya yang merah muda alami.


Abang tayang El, na iiiiih??


"Abang belum pulang, mungkin besok." XyRa memeluk El karna tahu anak itu pasti sangat sedih sekali.


Apa ama ama sih?


"Tunggu yang anak Gemoy, nanti Abang pulang."


Tak hanya El, karna XyRa jauh lebih rindu anak itu. Rencana satu hari satu malam tapi sudah dua hari anak itu tak juga kembali dari rumah Mamihnya. Ada rasa kesal dalam hati XyRa tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa menunggu Sean pulang lalu memeluknya lagi.


El mahu ain.. ain apa ya....


"Main sama Mamih ya, El mau mau main apa, hem? mewarnai atau main mobil mobilan?" tanya XyRa sambil mengusap pipi El yang seperti bakpao.


Ain Mbing yuk... Eh, upet upet yuk.. atu uwa giga ipat njuh puluh.. Laliiiiiiii...


"Lima, enam, delapan dan sembilannya mana, El?" tanya XyRa sambil terkekeh. Ada saja angka yang tertinggal saat di sebutkan oleh anak itu.


Na ya??.... upet tali uluan..


"Mana ada angkanya ngumpet duluan."


Hanya XyRa yang paham satu persatu apa yang di katakan putranya. 24 jam bersama membuat kedekatan ibu dan anak itu tak terbantahkan padahal sudah waktunya anak itu untuk tidur terpisah tapi XyRa belum juga tega padahal Sang suami sudah uring uringan hampir setiap malam.


Saking cintanya pria itu pada Sang istri sampai rasanya tak kuat lagi menahan diri untuk tidur saling memeluk hingga pagi, apalagi jika usai bercinta yang harus hati-hati dan pelan jangan sampai bocah bawel itu terbangun karna desAaahnan dan EraangAnn kedua orangtuanya yang sedang menggapai puncak pelepasan.


.


.


.


Cek lek


"Mih, kamu sedang apa?" tanya Axel saat masuk.


"Hem, enggak. Aku cuma lagi rapihin baju Abang, Pih. Kamu sudah pulang?" tanya balik XyRa dengan nada panik, pasalnya ia sangat terkejut.


Dan Axel hanya tersenyum kecil, ia tahu jika yang di lakukan XyRa tak semata hanya merapihkan kamar anaknya saja tapi wanita itu sedang menekan rasa rindunya.


"Maya tadi telepon, Abang minta di jemput, Mih."


"Benarkah? kenapa pulang dari kantor gak langsung jemput sih? jadikan kalian bisa pulang bareng," sahut XyRa. Ada nada antusias dan kecewa dari ibu sambung rasa ibu kandung bagi Si sulung.


"Aku mau jemputnya bareng kamu, Mih. Di rumah itu gak ada suaminya. Rian belum pulang dari luar kota," jawab Axel, tak pernah sekalipun ia bertemu dengan mantan istri nya itu tanpa XyRa atau Rian.


"Hem baiklah, aku ganti baju dulu."


El ituuuuuut..


"Iya, Demoynya Papih pasti di ajak dong, masa mau di tinggal," sahut Axel sambil menggandong El.


Anan inggal inggal ya.. Ntal El angis loooh.


"Oh, El bisa nangis?" goda Axel sambil menciumi pipi El yang semakin terkekeh karna geli.


"Pinter nangis kaya siapa?"


.


.


.


Taya Yiyin, angis mulu ntal acup Cuuugaaaaaa....